Kamis, 22 Maret 2012

SKRIPSI PERIKANAN DAN KELAUTAN UPDATED UNIROW TUBAN

  1. Katalog Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

    Online Public Access Catalog (OPAC). Web Online Public Access Catalog-Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat anda menemukan data skripsi kami.

  2. FISH GAUL: SKRIPSI PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

    SKRIPSI PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN. SKRIPSI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERIKANAN. SKRIPSI BUDIDAYA PERAIRAN

  3. Skripsi Perikanan | Judul Skripsi Contoh Skripsi

    perpustakan skripsi, Tesis, Makalah terbesar di indonesia, Berikut adalah materi skripsi atau contoh skripsi Jurusan Perikanan,

  4. Contoh Skripsi Perikanan

    Berikut adalah materi skripsi atau contoh skripsi jurusan Perikanan, Untuk mendownload materi lengkapnya silahkan Klik disini BAB 1.

  5. Daftar Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

    Daftar Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UnIROW Tuban, FakultasPerikanan dan Ilmu Kelautan Unirow TUBAN , Fakultas Perikanan dan Ilmu

  6. Judul Skripsi Perikanan

    perpustakan skripsi, Tesis, Makalah terbesar di indonesia, Berikut adalah materi skripsi atau contoh skripsi Jurusan Perikanan, ...

  7. REFERENSI SKRIPSI PERIKANAN: KAPAL DAN NELAYAN

    Anda sedang mencari Referensi skripsi tentang Kapal Ikan dan Nelayan? Saya sudah tuliskan berdasarkan beberapa sumber, bila bermanfaat.

  8. KATALOG SKRIPSI PERIKANAN DAN KELAUTAN

    judul skripsi/ Tesis tersedia dalam bentuk file. NO. KODE. JUDUL. PT. JURUSAN. Tahun. Hlm. 1. PL 001. Studi Variasi Dan Komposisi.

  9. Skripsi Kajian Pengembangan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan

    Skripsi Teknik Sipil : Kajian Pengembangan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Safei, Mukhammad Nur Ikhsan. 2005. Jurusan Teknik.

  10. Pdf Skripsi Perikanan | PAPAN INFORMASI

    More articles about Pdf Skripsi Perikanan di PAPAN INFORMASI. Click to read more articles about Pdf Skripsi Perikanan.

Selasa, 29 November 2011

JUDUL PKL PERIKANAN DAN KELUTAN

  1.  Skripsi Mahasiswa

    Katalog Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro ... Peran Serta Kelompok Masyarakat Perikanan Pesisir Terhadap ... Title/Judul, Nama, NIM, Dosen Pembimbing,

  2. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan - UB

    Buku Panduan Penulisan PKL dan Skripsi di Fakultas Perikanan dan Ilmu. Kelautan Universitas Brawijaya yang berlaku
  3. Perikanan Unirow Tuban: JUDUL SKRIPSI TERBARU

    perikanan unirow Tag: Download, Skripsi, Judul skripsi, pendidikan,terdiri dari prodi ilmu perikanan, ilmu kelautan, budidaya perikanan,
  4. Perikanan Unirow Tuban: Judul Skripsi

     perikanan unirow Tag: judul skripsi, perikanan, ikan, budidaya, .... yang terdiri dari prodi ilmu perikanan, ilmu kelautan, budidaya perikanan,
  5. Judul Pkl Perikanan Ipb - Jobelist | List Lowongan Kerja 2011

    jobelist.com/lowker/judul-pkl-perikanan-ipb
    12 Agu 2011 – You are browsing the related search results for "judul pkl perikanan ipb" ... lebih 7.000 lowongan kerja di sektor kelautan dan perikanan. Hal itu ...
  6. Judul-pkl-tentang-kelautan - Jobelist | List Lowongan Kerja 2011

    You are browsing the related search results for "judul-pkl-tentang-kelautan" ... sebanyak kurang lebih 7.000 lowongan kerja di sektor kelautan dan perikanan
  7. [DOC] 

    Contoh surat ijin pkl.doc

    FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN ... Perihal : Permohonan Ijin PKL ... 24 Pebruari 2011 dengan judul “ Pembenihan Udang Vannamei (Litopeneaus
  8. Berkas PKL_kemal


    FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN Kampus .... Pokok Jurusan Program Studi Judul PKL Ilmu Kelautan : Ilmu Kelautan
  9. judul pkl teknik informatika dinas kelautan dan perikanan

    judul pkl teknik informatika dinas kelautan dan perikanan. sajian khusus · 

Rabu, 07 September 2011

ANATOMI DAN FISIOLOGI IKAN NILA


fish-anatomyanatomy-of-a-fish

ANATOMI DAN FISIOLOGI IKAN NILA HITAM
Pencernaan secara fisik dan mekanik dimulai di bagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi pada proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini juga berlangsung di segmen lambung dan usus yaitu melalui gerakan-gerakan (kontraksi) otot pada segmen tersebut. Pencernaan secara mekanik di segmen lambung dan usus terjadi lebih efektif oleh karena adanya peran cairan digestif. Pada ikan, pencernaan secara kimiawi dimulai di bagian lambung, hal ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam proses pencernaan secara kimiawi mulai dihasilkan di segmen tersebut yaitu disekresikan oleh kelenjar lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus. Cairan digestif yang berperan pada proses pencernaan di segmen usus berasal dari hati, pankreas, dan dinding usus itu sendiri. Kombinasi antara aksi fisik dan kimiawi inilah yang menyebabkan perubahan makanan dari yang asalnya bersifat komplek menjadi senyawa sederhana atau yang asalanya berpartikel makro menjadi partikel mikro. Bentuk partikel mikro inilah makanan menjadi zat terlarut yang memungkinkan dapat diserap oleh dinding usus yang selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh. .
Anatomi dan Fisiologi Ikan nila
DEFINISI IKAN (PISCES)
Bertulang belakang (termasuk vertebrata), habitatnya perairan, bernapas dengan insang (terutama), bergerak dan menjaga keseimbangan tubunya menggunakan sirip-sirip, bersifat poikilotermal.
MORFOLOGI (Bentuk Tubuh) IKAN

Bervariasi sekali, tetapi morfologi dasarnya adalah terdiri dari gambar 1, gambar 2.a bentuk umum : bilateralkepala, badan, dan ekor simetri, dan gambar 2.b nonsimetri

ikan nila ( Oreochromis niloticus )
Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Actinopterygii

Ordo: Perciformes

Famili: Cichlidae

Genus: Oreochromis

Spesies: O. niloticus

ANATOMI
Ada 10 sistem anatomi pada tubuh ikan :
1. Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir, dan sumber-sumber pewarnaan.
2. Sistem otot (urat daging): – penggerak tubuh, sirip-sirip, insang
- organ listrik
3. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan penegak tubuh
4. Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ tambahan
5. Sistem peredaran darah (sirkulasi) : – organnya jantung dan sel-sel darah
- mengedarkan O2, nutrisi, dsb
6. Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut – anus
7. Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi
8. Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb
9. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal
10. Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betina
Ada hubungan yg sangat erat antara ke-10 sistem anatomi tersebut, misalnya :
menentukan cara bergeraknya mempengaruhi bentuk tubuh - sistem urat daging dan sistem rangka
- O2 dari perairan ditangkap olehsistem pernafasan dan peredaran darah dibawa ke seluruh tubuh melalui darahdarah, dipertukarkan dg CO2
ANATOMI IKAN
1. B – S Ikan mempunyai variasi antara lain dalam hal bentuk, ekologi, habitat, keragaman jenis dan reproduksi
2. B – S Organ pada kulit adalah sisik, kelenjar lendir, organ cahaya dan organ listrik
3. B – S Fungsi pewarnaan pada tubuh ikan adalah untuk penyalamatan diri dan mencari makan
4. B – S Organ cahaya pada ikan ada dua macam, yaitu simbiosis mutualistik antara ikan dengan bakteri yang mengeluarkan cahaya dan berasal dari modifikasi kelenjar lendir
5. B – S Walaupun bentuk ikan bervariasi tetapi pola umumnya tetap yakni terdiri dari bagian kepala, badan, dan ekor.
6. B – S Ikan selain menguntungkan bagi manusia, tetapi ada juga bahayanya misalnya ikan buas, ikan beracun dan berorgan listrik
7. B – S Dalam sistem sirkulasi, jantung merupakan organ yang sangat penting karen berperan sebagai pemompa darah ke seluruh bagian tubuh dan bekerja secara otomatis di bawah kendali saraf pusat (Involunteer)
8. B – S Alat pernapasan tambahan pada ikan berfungsi untuk mengambil O2 dari dalam air karena kerja insang kurang efektif
9. B – S Morfologi ikan merupakan kombinasi sistem rangka dan urat daging sebagai evolusi adaptasi ikan terhadap lingkungannya
10. B – S Darah berfungsi mengangkut sari-sari makanan, hormon-hormon, antibodi dan sisa-sisa metabolisme gas-gas antara lain O2

Jumat, 01 April 2011

SATKER PSDKP BRONDONG

Kantor SATKER PSDKP BrondongVisi

” Menjaga sumberdaya perikanan dan kelautan secara tertib dan bertanggung jawab diwilayah pantura”

Misi

1. Membangun citra pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan yang bersih dan berwibawa.

2. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat pantura dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan.

 

Nama-nama Pegawai Satuan Kerja Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Brondong tahun 2010.

 

NO

NAMA/NIP

PANGKAT/

GOL

JABATAN

PENDIDIKAN TERAKHIR

1

Edy Setiyarso

19550610 1983 1 005

Penata (III/c)

Ka SatKer PSDKP

S1 Universitas

DR. Soetomo Surabaya

2

Brahma

19620528 198603 1 003

Penata TK 1 (III/d)

Anggota

D4 AUP Jakarta

3

Sumargono

19620528 198603 1 005

Penata (III/c)

Anggota

S1 STIE M Paciran

4

Eko Pujiyatno

19640517 199103 1 005

Penata (III/c)

Anggota

D3 Akademi Pelayaran Niaga Semarang

5

Suryono,SE,M.Hum

19640513 198903 1 002

Penata Muda TK 1(III/b)

Anggota

S2 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

6

Joko Siswanto, S.Pi

19700505 199403 1 003

Penata Muda TK 1(III/b)

Pengawas Perikanan Pertama (Anggota)

S1 Universitas

DR. Soetomo Surabaya

7

Ria Roesana

19700609 200003 2 002

Pengatur (II/c)

Anggota

SMAN 1 Bojonegoro

8

Supramono

Kontrak

ABK pengawas

SUPM K Tuban

9

Amarul Yusron

Kontrak

ABK pengawas

SUPM M Tuban

10

Erik Adi Setiyarli

Kontrak

ABK pengawas

SUPM M Tuban

11

Sumarli

Kontrak

ABK pengawas

SUPM K Tuban

12

Faris Al Habib

Kontrak

Administrasi

D3 Budidaya Perikanan UNIROW Tuban

13

Ach. Syaikhu

Kontrak

Cleaning Service

SMP Gresik

PSDKP Brondong Operasi Kapal SATKER PSDKP Brondong

Senin, 14 Maret 2011

STRATEGI MUSIM TANAM BUDIDAYA TAMBAK UNTUK HASIL OPTIMAL

PENDAHULUAN
Strategi musim tanam yang tepat pada usaha komoditas budidaya di tambak, khususnya udang merupakan salah satu keberhasilan dalam produksi lencapai ketingkat yang optimal. Kegagalan (panen premateur) tersebut, selain akibat penyakit yang bersifat massal dan mematikan in pula para petambak salah dalam memilih waktu tanam.

Periode musim dalam satu tahun di Indonesia dikenal 2 musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Kaitannya dengan musim tanam ini, ia usaha budidaya udang diperlukan kecermatan untuk memprediksi peluang keberhasilan yang maksimal. Dengan demikian, informasi ini diharapkan akan memberi gambaran secara umum tentang musim tanam yang tepat untuk kegiatan usaha budidaya di tambak.

Tujuan dari infornasi ini adalah : 1) Petambak agar memperoleh informasi musim tanam yang tepat untuk kegiatan usaha komoditas budidaya di tambak; 2) Sebagai pedoman dan petunjuk bagi petambak dalam melakukan proses produksi budidaya komoditas tambak; dan 3) Membantu petambak agar mampu memprediksi musim tanam yang tepat. Sedangkan yang dicapai sebagai berikut :1) mengoptimalkan lahan dalam musim tanam yang tepat; 2)Memperoleh hasil (produksi) yang optimal; dan 3) dapat memperoleh keuntungan yang pasti setiap mengoperasionalkan tambaknya (jaminan > 80 %).

MUSIM
Indoesia mempunyai dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Kedua musim ini secara langsung mikroklimat yang berbeda, dalam hal ini mikroklimat tambak untuk kegiatan usaha budidaya. Kedua musim tersebut masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan bagi organisma (biota) air idayakan (Tabel 1). Maka   dengan    kondisi demikian petambak secara cermat harus mewaspadai dan memilih musim tanam yang tepat sesuai komoditas budidaya tambak yang akan diusahakan.

Tabel 1.    Kelebihan dan kekurangan periode musim bagi usaha budidaya tambak

Parameter

Musim Kemarau

Musim Penghujan

Kelebihan

Kekurangan

Kelebihan

Kekurangan

Salinitas

Relatif Tinggi

> 35 ppt

Relatif Optimal

< 5 ppm

PH

Normal

> 8,5

Normal

-

Suhu Air

-

Fluktuatif

Relatif Stabil

-

Alkalinitas

90 - 180 ppm

Bisa > 180 ppm

90 - 120 ppm

Bisa <90

Kekruhan Air Sumber

Lebih Jernih

-

-

Cukup Keruh

Limbah Bawaan

Relatif Kurang

-

-

Cukup Tinggi

Kondisi Plankton

-

Fluktuatif

Relatif Stabil

-

Kondisi Bakteri dan Vibrio

-

Melebihi Batas

Relatif dibawah batas ambang

-

Virus SEMBV

-

Sensitif Serangan virus

T Tahan serangan virus

-

DAMPAK BEBERAPA PARAMETER KUNCI
KUALITAS AIR
Salinitas

Untuk tumbuh dan berkembangnya organisme yang dibudidayakan mempunyai toleransi optimal. Kandungan salinitas air terdiri dari garam-garam mineral yang banyak manfaatnya untuk kehidupan organisme air laut atau payau. Sebagai contoh kandungan calcium yang ada berfungsi membantu proses mempercepat pengerasan kulit udang setelah moulting. Salinitas air media pemeliharaan yang tinggi (> 30 ppt) kurang begitu menguntungkan untuk kegiatan budidaya udang windu. Karena jenis udang windu akan lebih cocok untuk pertumbuhan optimal berkisar   antara 5-25 ppt.

Tingginya salinitas untuk kegiatan usaha budidaya udang windu akan mempunyai efek yang kurang menguntungkan, diantaranya : 1) agak sulit untuk ganti kulit (kulit cenderung keras) pada saat proses biologis bagi pertumbuhan dan perkembangan; 2) kebutuhan untuk beradaptasi terhadap salinitas tinggi bagi udang windu memerlukan energi (kalori) yang melebihi dari nutrisi yang diberikan; 3) bakteri atau vibrio cenderung tinggi; 4) udang windu lebih sensitif terhadap goncangan parameter kualitas air yang lainnya dan mudah stres; dan 5) umumnya udang windu sering mengalami lumutan. Selain itu, pada saat puncak musim kemarau jenis udang umumnya akan lebih mudah terserang oleh penyakit SEMBV (White spot).

Suhu air
Suhu pada air media pemeliharaan udang umumnya sangat berperan dalam keterkaitan dengan nafsu makan dan proses metabolisme udang. Apabila suatu lokasi tambak yang mikroklimatnya berfluktuatif, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap air media pemeliharaan. Sebagai contoh pada musim kemarau yang puncaknya mulai bulan Juli hingga September sering terjadi adanya suhu udara dan air media pemeliharaan udang yang sangat rendah (< 24° C). Rendahnya suhu tersebut akibat dari pengaruh angin selatan (musim bediding), pada musim seperti ini biasanya suhu air berkisar antara 22 - 26° C. Suhu < 26° C bagi udang windu akan sangat berpengaruh terhadap nafsu makan (bisa berkurang 50 % dari kondisi normal). Sedangkan bagi jenis udang putih pada umumnya, nafsu makan masih normal pada suhu air antara 24- 31°C.

Tinqkat kekeruhan air

Tingkat kekeruhan air, baik air sumber maupun air media pemeliharaan mempunyai dampak yang positif dan negatif terhadap organisme yang dibudidayakan, dan setiap organisme mempunyai toleransi tingkat kekeruhan yang berbeda pula. Sebagai contoh bagi jenis kerang hijau masih dapat hidup normal dan tumbuh baik pada tingkat kekeruhan yang tinggi, sementara rumput laut pada umumnya memerlukan tingkat kekeruhan yang rendah. Bahan organik yang menumpuk dalam jumlah yang banyak (tebal) termasuk tempat bakteri dan vibrio yang merugikan bagi udang.

Bila air sumber yang digunakan untuk kegiatan budidaya banyak membawa material organik akibat limbah kiriman dari darat, maka secara tidak langsung akan berpengaruh negatif terhadap biota air yang dipelihara di tambak. Tingkat kekeruhan yang tinggi (limbah dari darat) sering terjadi pada musim penghujan, dimana material yang terbawa berupa cair, padat dan gas. Namun untuk mengendalikan air keruh akibat limbah bawaan tersebut masih dapat digunakan untuk kegiatan budidaya tambak, khususnya udang.

Jenis dan kemelimpahan plankton

Keberadaan plankton dalam air media pemeliharaan organisme, khususnya jenis fitoplankton yang menguntungkan dan persentase dominanasi (keseimbangan) sangatlah dibutuhkan, baik dari segi keanekaragaman maupun kemelimpahannya. Fungsi dan peran plankton pada air media pemeliharaan diantaranya adalah : 1) sebagai pakan alami untuk pertumbuhan organisme yang dipelihara; 2) sebagai penyangga (buffer) terhadap intensitas cahaya matahari; dan 3) sebagai bio-indikator kestabilan lingkungan air media pemeliharaan.

Kaitannya dengan kedua musim yang ada ini, keanekaragaman (jenis) maupun kemelimpahan plankton akan sangat berbeda antara musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim kemarau yang salinitasnya relatif tinggi (>35 ppt) penumbuhan plankton pada saat persiapan air media hingga umur pemeliharaan satu bulan pada umumnya sangat sulit untuktumbuh dan dalam kondisi populasi yang stabil.

Kemelimpahan bakteri, vibrio dan virus

Kemelimpahan berbagai jenis baketri, vibrio dan virus pada musim kemarau akan lebih membahayakan bagi udang (organisme) yang dipelihara bila dibandingkan pada musim penghujan. Pada salinitas tinggi, penampakan secara visual di lapangan lebih sulit untuk dilihat dan diketahui secara pasti terserang oleh jenis virus atau bukan. Sedangkan pada musim penghujan (salinitas cukup optimalberkisar antara 5 - 25 ppt) kemelimpahan virus relatif berkurang. Hal yang pasti dari kasus ini adalah bahwa bukan tidak adanya virus yang berbahaya melainkan kondisi udang realtif lebih tahan terhadap serangan penyakit, namun tetap petambak harus waspada.

JADWAL MUSIM TANAM SESUAI KOMODITAS BUDIDAYA DI TAMBAK
Gambaran jadual musim tanam bagi para petambak tercantum pada Tabel 2

Tabel 2. Jadual musim tanam komoditas budidaya non finfish (NFF

Komoditas
BudidayaNFF

Bulan

10

11

12

1

2

3

4

5

6

7

8

9

U Windu

X

X

X

X

X

X

X

X

X

-

-

-

Merguiensis

X

X

-

-

-

X

X

X

X

X

X

X

Indicus

X

X

-

-

-

X

X

X

X

X

X

X

Vanamei

X

X

-

-

-

X

X

X

X

X

X

X

Rotris

X

X

-

-

-

X

X

X

X

X

X

X

Artemia

-

-

-

-

-

-

-

X

X

X

X

X

Rajungan

X

X

-

-

-

X

X

X

X

X

X

X

Rumput Laut

X

X

-

-

-

X

X

X

X

X

X

X

Kerang

X

X

-

-

-

X

X

X

X

X

X

X

Informasi Selanjutnya Hubungi:

http://www.dkp.go.id

Kamis, 30 Desember 2010

Nutritional Food Safety Perikanan Unirow

 

Pendahuluan

Konsumsi zat gizi harus juga mempertimbangkan efek negatifnya jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Materi ini akan mengulas bagaimana efeknya jika kita mengkonsumsi zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral) dalam jumlah yang berlebihan.

Nutritional Food Safety

  • Chronic Health Issues – Nutrient/Diet
  • Composition
    • High fat
    • High sugar
    • Low fiber
    • Nutritional deficiency
    • Alcohol/Tobacco overconsumption
  • Is this a public policy concern?

Annual Costs Associated with the Unsafe Consumption of Food, U.S., 2000-2002

tabel nutrisi php

Ratio of Obesity costs to Microbial costs

– 93/6.9 = 13.5

– 125/33 = 3.0

– 400/5 = 80

*Estimated cost based on four types of microbes: Campylobactor , Salmonella, E.coli, Listeria

**Todd, Ag.Outlook Forum, 2003

*** Direct and Indirect Costs: www.cdc.gov/diabetes/pubs/estimates.htm

Contoh kasus konsumsi French Fries berlebihan dan keamanannya

McDonald’s Obesity Suit

  • Does Society:
    • Provide public information about the relationship between high levels of fat consumption and disease
    • Put Label on French Fries stating that high levels of consumption are hazardous to your health
    • Regulate the level of fat allowed in french fries

Safe Food Consumption is a Public Good

  • Healthy People = healthy, productive economy
  • Role of Government = right combination of policies and practices that deliver the optimum level of safe food
  • Consumption - in their economy and culture.
  • Policy Choice - depends on specific risks associated with specific food
  • Role of economist – find optimum investment to ensure healthy & safe food consumption.

Konsumsi Zat Gizi Secara Berlebihan

Pengaruh Karbohidrat bagi Kesehatan

Peranan utama karbohidrat di dalam tubuh adalah menyediakan glukosa bagi sel-sel tubuh, yang kemudian diubah menjadi energi. Glukosa memegang peranan sentral dalam metabolisme karbohidrat. Jaringan tertentu hanya memperoleh energi dari karbohidrat seperti sel darah merah serta sebagian besar otak dan system syaraf.

Salah satu fungsi utama hati adalah menyimpan dan mengeluarkan glukosa sesuai kebutuhan tubuh. Kelebihan glukosa akan disimpan di dalam hati dalam bentuk glikogen. Bila persediaan glukosa darah menurun, hati akan mengubah sebagian glikogen menjadi glukosa dan mengeluarkannya ke dalam aliran darah. Glukosa ini akan dibawa oleh darah ke seluruh bagian tubuh yang memerlukan seperti otak, system syaraf, jantung, dan organ tubuh lain.

Kelebihan karbohidrat di dalam tubuh akan diubah menjadi lemak. Perubahan ini terjadi di dalam hati. Lemak ini kemudian dibawa ke sel-sel lemak yang dapat menyimpan lemak dalam jumlah tidak terbatas. Bagi orang dengan gangguan metabolisme karbohidrat maka konsumsi karbohidrat harus dipertimbangkan secara benar sampai seberapa porsinya.

GANGGUAN METABOLISME KARBOHIDRAT

Hormon yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat

  1. Insulin
  2. Growth hormone (GH = somatotropin)
  3. Epinephrine (adrenaline)
  4. Glucagon
  5. Cortisol
  6. Tyroksin

Insulin → menurunkan glukosa darah dengan cara:

(i) menaikkan pemakaian glukosa oleh otot/jaringan lemak

(ii) mendorong glikogenesis

(iii) mendorong glikosis → mempercepat penggunaan glukosa

(iv) mendorong sintesis lipid dari glukosa di jaringan lemak

(v) mendorong sinlisis asam amino dari glukosa

- Kecepatan sekresi insulin ke dalam aliran darah dipengaruhi oleh konsentrasi gula

- Bila konsentrasi gula plasma naik (sesudah makan) sel-sel terangsang untuk melepaskan insulin. Kecepatan tersebut kembali normal bila konsentrasi gula kembali normal

- Beberapa asam amino seperti liucine dan arginin menurunkan konsentrasi glukosa plasma dengan merangsang sekresi insulin.

Growth hormone → menaikkan konsentrasi gula plasma dengan cara:

(i) penghambatan masuknya glukosa ke dalam otot

(ii) menghambat glikolisis

(iii) menghambat pembentukan trigliserida dari glukosa

Epinephrine (adrenaline)

- Menaikkan konsentrasi gula darah dengan menaikkan kecepatan glikogenolisis di dalam liver

- Rangsangan sekresi epinephrine bisa berupa stres fisik atau emosional yang bersifat neurogenik

Glucagon

- Menaikkan konsentrasi gula darah dengan mendorong glikogenolisis di dalam liver

- Sekresi glucagon juga dipengaruhi oleh konsentrasi gula darah, tetapi berlawanan dengan mekanisme pada insulin (gula darah turun → sekresi glucagon naik)

atau: pengeluaran glucagon dirangsang oleh hypoglycemia dan ditekan oleh hyperglycemia

Costisol (hidro cortisone)

- Menaikkan konsentrasi gula darah dengan mendorong glukoneogenesis dari pemecahan protein (asam amino → glukosa)

- Menaikkan konsentrasi gula darah dengan menurunkan/mencegah pemasukkan glukosa ke dalam sel-sel otot (insulin dan coretisal antagonis)

Tyroksin

- Memacu konversi glikogen menjadi glukosa di dalam liver

- Mempercepat absorpsi glukosa di dalam usus

Gangguan Metabolisme Karbohidrat: Hyperglycemia

Bahaya hyperglycemia

- Konsentrasi gula darah tinggi → tekanan osmotik ekstraseluler tinggi → dehidrasi

- Bila sel otak mengalami dehidrasi → koma

- Bila konsentrasi >600 mg/dL biasanya akan terjadi koma dan ketidakseimbangan elektrolit

- Gula darah yang tinggi dalam waktu lama bisa mengakibatkan ”glikosilasi hemoglobin A” (HB Ac 1), yaitu terjadinya ikatan kovalen antara glukosa dan terminal valine dari hemoglobin A, oleh karena itu kandungan HB Ac 1 dipakai sebagai parameter penderita diabetes (normal: 4-6%; tidak normal: 7-11%)

- Diabet merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, tetapi juga mempengaruhi metabolisme protein dan lemak:

(1) protein – washing → memaksa konversi asam amino menjadi glukosa

(2) menaikkan metabolisme trigliserida diikuti dengan over-produksi ketone bodies dan kolesterol

Hal-hal tersebut ditandai dengan:

(a) poly urea (volume urine berlebihan)

Bila kadar gula darah naik di atas 180 mg/dL, ginjal tidak dapat lagi menahan → sebagian gula ke urine → kadar gula urine tinggi → menarik air banyak (osmolitas gula) → poly urea

(b) poly dipsia (haus)

Keadaan tersebut akan mengganggu neraca air dalam tubuh → poly dipsia = rasa haus terus

(c) poly phagia (lapar)

Pada waktu bersamaan, meskipun kadar gula darah berlebihan, tetapi tidak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi sel → glucose stored state → kelaparan

(d) penurunan berat badan

Karena tubuh harus memecah protein/lemak untuk keperluan energinya → penurunan berat badan

Diabetes dibagi menjadi 4:

(1) Prediabetes

- normal, tetapi secara genetis punya sifat/kemungkinan diabetes

(2) Suspected (sub clinical) diabetes

- gula darah puasa: normal

- tidak glukosuria/ketosuria

- GTT (Glucose Tolerence Test) normal, kecuali bila stress/hamil

(3) Chemical/Latent diabetes

- gula darah puasa normal atau sedikit lebih tinggi

- tidak ada glukosuria/ketosuria

- GTT abnormal

- Gula darah 2 jam mencapai 120 mg/dL

(4) Overt diabetes

- jelas positif diabetes

- gula darah dapat mencapai 180 mg/dL atau lebih

- glukosuria/ketosuria

Pengaruh Lipida Bagi Kesehatan

Kolesterol darah yang meningkat berpengaruh tidak baik untuk jantung dan pembuluh darah. Faktor makanan yang paling berpengaruh terhadap kadar kolesterol darah, dalam hal ini LDL (Low Density Lipoprotein), adalah lemak total, lemak jenuh dan energi total. Dengan mengurangi lemak total dalam makanan, jumlah energi total akan ikut berkurang. Jenis lemak yang dikurangi ini hendaknya lemak jenuh. Kolesterol makanan sebetulnya hanya sedikit meningkatkan kolesterol darah, tergantung jumlah kolesterol yang dimakan dan kemampuan tubuh untuk mengimbanginya dengan mensitesis kolesterol dengan jumlah lebih sedikit.

Kenaikan trigliserida dalam plasma (hipertrigliserida) juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit jantung koroner. Kadar trigliserida plasma bnyak dipengaruhi oleh kandungan karbohidrat makanan dan obesitas.

Konsumsi lemak akhir-akhir ini juga dikaitkan dengan penyakit kanker. Hal yang berpengaruh adalah jumlah lemak dan mungkin asam lemak tidak jenuh ganda tertentu.

Ada beberapa penyebab penyakit jantung. Penyebab yang dianggap penting yaitu tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah tinggi merupakan suatu penyakit yang diderita manusia tanpa disadari. Akibat yang ditimbulkan oleh tekanan darah tinggi adalah tersumbatnya pembuluh darah pada jantung, kelumpuhan pada jaringan otak, kerusakan jaringan mata, dan penyakit ginjal. Tingginya tekanan darah pada saat dilakukan pengukuran disebabkan karena menciutnya pembuluh darah. Menciutnya pembuluh darah disebabkan karena tertimbunnya lemak dalam pembuluh darah sehingga memperkecil diameter pembuluh darah. Penimbunan lemak dalam pembuluh darah sering disebut pengapuran pembuluh darah atau arteriosklerosis. Mengapurnya pembuluh darah di sekitar jantung akan menambah resiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah pada jantung atau disebut infark jantung. Jantung yang selalu bekerja keras untuk dapat mengalirkan darah melalui pembuluh yang mengapur tersebut akan cepat mengalami kerusakan dibandingkan dengan jantung normal. Apabila terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di otak, maka sel-sel otak tidak mendapatkan nutrien maupun oksigen, akibatnya terjadi kelumpuhan atau disebut brain attack, sedangkan bila terjadi pada jantung disebut heart attack dan menyebabkan kematian yang mendadak. Kerusakan pembuluh selaput mata dapat mengganggu penglihatan mata. Akibat kerusakan pada pembuluh darah yang halus mengakibatkan kerja ginjal kurang baik.

Arteriosklerosis dan penyakit jantung koroner nampaknya lebih mudah diderita oleh orang yang termasuk dalam tipe A daripada tipe B. Manusia tipe A adalah yang bersifat kompetitif, memaksakan diri, dan mudah stress sedangkan manusia tipe B adalah manusia yang tenang, santai, dan tidak mudah stress. Resiko terkena hipertensi dan penyakit jantung koroner juga lebih besar terjadi pada perokok.

Usaha untuk mengurangi arteriosklerosis dan penyakit jantung koroner adalah dengan pengaturan diet. Diet rendah lemak, rendah garam, tinggi serat, diet rendah kalori bagi yang kegemukan serta melakukan olah raga dengan teratur. Garam berfungsi untuk mengatur keseimbangan caiaran dalam tubuh. Makin tinggi garam makin besar pula kadar cairan dalam tubuh, akibatnya makin banyak darah yang harus melewati pembuluh dan mengakibatkan tekanan pada urat nadi semakin besar, jantung bekerja dengan keras untuk mengalirkan jumlah darah yang bertambah tersebut yang mengakibatkan naiknya tekanan darah. Diet rendah lemak termasuk rendah kolesterol dan asam lemak jenuh, rendah kalori, dan olah raga yang teratur dapat mengurangi kandungan lemak dalam tubuh sehingga pengapuran pembuluh menjadi berkurang. Diet tinggi serat dapat menghambat sintesis endogenous cholesterol. Tidur secukupnya dan mengurangi ketegangan serta emosi merupakan usaha untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Penggunaan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi banyak dilakukan. Obat-obatan tersebut ada yang yang bersifat diuretik yaitu memperlancar pengeluaran air seni. Garam tubuh ikut keluar bersama air seni sehingga kadar garam menurun. Menurunnya kadar garam mengakibatkan jumlah zat cair yang dapat diikatnya menurun, sehingga jantung tidak harus bekerja keras untuk memompa. Ada pula obat-obatan yang dapat memperlebar pembuluh darah. Pemeriksaan secara teratur tekanan darah merupakan usaha yang sangat baik untuk mengurangi terjadinya resiko yang kurang baik.

Pengaruh Protein Bagi Kesehatan

Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh. Makanan yang tinggi protein biasanya tinggi lemak sehingga menyebabkan obesitas. Diet protein tinggi yang sering dianjurkan untuk menurunkan berat badan kurang beralasan. Kelebihan protein dapat menimbulkan masalah lain, terutama pada bayi. Kelebihan asam amino memberatkan ginjal dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen. Kelebihan protein akan menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan ammonia darah, kenaikan ureum darah, dan demam. Ini dilihat pada bayi yang diberi susu skim atau formula dengan konsentrasi tinggi, sehingga konsumsi protein mencapai 6 g/kg berat badan. Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah 2 kali AKG untuk protein.

Pengaruh Vitamin Bagi Kesehatan

Vitamin A

Kelebihan vitamin A hanya bisa terjadi bila memakan vitamin A sebagai suplemen dalam takaran tinggi yang berlebihan misalnya takaran 16.000 RE untuk jangka waktu lama atau 40.000-55.000 RE/hari.

Gejala pada orang dewasa antara lain sakit kepala, pusing, rasa nek, rambut rontok, kulit mongering, tidak ada nafsu makan atau anoreksia, dan sakit pada tulang. Pada wanita menstruasi berhenti. Pada bayi terjadi pembesaran kepala, hidrosephalus, dan mudah tersinggung, yang dapat terjadi pada konsumsi 8.000 RE/hari selama 30 hari.

Gejala kelebihan ini hanya terjadi bila dimakan dalam bentuk vitamin A. Karoten tidak dapat menimbulkan gejala kelebihan karena absorpsi karoten menurun bila konsumsi tinggi. Di samping itu sebagian dari karoten yang diserap tidak diubah menjadi vitamin A, akan tetapi disimpan di dalam lemak. Bila lemak di bawah kulit mengandung banyak karoten, warna kulit akan terlihat kekuningan.

Kelebihan vitamin A kurang baik karena akan mengakibatkan terjadinya penimbunan vitamin A dalam organ tubuh yang akan mengakibatkan nafsu makan menjadi menurun, rambut rontok, kulit menjadi gatal, tulang pada tangan dan kaki berasa sakit.

Pemakaian beta karoten yang berlebihan dapat mengakibatkan kulit menjadi kuning, telapak tangan banyak mengeluarkan keringat.

Vitamin D

Konsumsi vitamin D dalam jumlah berlebihan mencapai lima kali AKG yaitu lebih dari 25 mikrogram (1000 SI) sehari, akan menyebabkan keracunan. Gejalanya adalah kelebihan absorpsi vitamin D yang pada akhirnya menyebabkan kalsifikasi berlebihan pada tulang dan jaringan tubuh, seperti ginjal, paru-paru, dan organ tubuh lain. Tanda-tanda khas adalah akibat hiperkalsemia seperti lemah, sakit kepala, kurang nafsu makan, diare, muntah-muntah, gangguan mental dan pengeluaran urin berlebihan. Bayi yang diberi vitamin D berlebihan menunjukkan gangguan saluran cerna, rapuh tulang, gangguan pertumbuhan, dan kelambatan perkembangan mental.

Di masa bayi seringkali diberi tambahan vitamin D sebanyak satu tetes setiap hari. Pemberian vitamin D yang terlalu banyak, misalnya satu sendok teh setiap hari akan mengakibatkan timbulnya keracunan. Gejala keracunan vitamin D yaitu nafsu makan hilang, muntah-muntah, berasa sangat haus, mengalami sembelit, dapat mengalami diare, kehilangan berat dan bersifat mudah marah. Apabila overdosis berlangsung terus menerus, anak dapat mengalami koma dan akhirnya mati.

Vitamin E

Menggunakan vitamin E secara berlebihan dapat menimbulkan keracunan. Namun akibatnya tidak terlalu merugikan seperti halnya dengan kelebihan vitamin A. Gangguan pada saluran cerna terjadi bila memakan lebih dari 600 mg sehari (60-75 kali AKG). Dosis tinggi juga dapat meningkatkan efek obat antikoagulan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah.

Vitamin K

Kelebihan vitamin K hanya bisa terjadi bila vitamin K diberikan dalam bentuk berlebihan berupa vitamin K sintetik menadion. Gejala kelebihan vitamin K adalah hemolisis sel darah merah, sakit kuning dan kerusakan pada otak.

Vitamin C

Kelebihan vitamin C berasal dari makanan tidak menimbulkan gejala. Tetapi konsumsi vitamin C berupa suplemen secara berlebihan tiap hari dapat menimbulkan hiperoksaluria dan resiko lebih tinggi terhadap batu ginjal. Dengan konsumsi 5-10 gr vitamin C baru sedikit asam askorbat dikeluarkan melalui urin. Resiko batu oksalat dengan suplemen vitamin C dosis tinggi dengan demikian rendah, akan tetapi hal ini dapat menjadi berarti pada seseorang yang mempunyai kecenderungan untuk pembentukan batu ginjal.

Vitamin B6

Konsumsi vitamin B6 dalam jumlah berlebihan selama berbulan-bulan akan menyebabkan kerusakan saraf yang tidak dapat diperbaiki, dimulai dengan semutan pada kaki, kemudian mati rasa pada tangan dan akhirnya tubuh tidak mampu bekerja. Gejala kelebihan vitamin B6 ini sudah dapat dilihat pada konsumsi sebanyak 25 mg sehari. Hal ini perlu diperhatikan bila menggunakan suplemen vitamin B6 dalam jumlah berlebihan.

Pengaruh Mineral Bagi Kesehatan

Mineral dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan keracunan (toksik). Pekerja tambang jika tidak berhati-hati dapat mengalami keracunan mineral, terutama managn. Sifat toksik ini perlu mendapat perhatian dalam penggunaan suplemen mineral.

Kelebihan natrium dapat menimbulkan keracunan yang dalam keadaan akut menyebabkan edema dan hipertensi. Hal ini dapat diatasi dengan banyak minum. Kelebihan konsumsi natrium secara terus menerus terutama dalam bentuk garam dapur dapat menimbulkan hipertensi.

Kelebihan kalium akut dapat terjadi bila konsumsi melalui saluran cerna (enteral) atau tidak melalui saluran cerna (parenteral) melebihi 12 g/m2 permukaan tubuh sehari (18 g untuk orang dewasa) tanpa diimbangi oleh kenaikan ekskresi. Hiperkalemia akut dapat menyebabkan gagal jantung yang berakibat kematian. Kelebihan kalium juga dapat terjadi bila ada gangguan fungsi ginjal.

Konsumsi kalsium hendaknya tidak melebihi 2500 mg sehari. Kelebihan kalsium dapat menimbulkan batu ginjal atau gangguan ginjal. Di samping itu dapat menyebabkan konstipasi. Kelebihan kalsium bisa terjadi bila menggunakan suplemen kalsium berupa tablet atau bentuk lain.

Kelebihan fosfor karena makanan jarang terjadi. Bila kadar fosfor darah terlalu tinggi, ion fosfat akan mengikat kalsium sehingga dapat menimbulkan kejang.

Akibat kelebihan magnesium belum diketahui dengan pasti. Kelebihan magnesium biasanya terjadi pada penyakit gagal ginjal.

Kelebihan besi jarang terjadi karena makanan, tetapi dapat disebabkan oleh suplemen besi. Gejalanya adalah rasa nek, muntah, diare, denyut jantung meningkat, sakit kepala, mengigau, dan pingsan.

Kelebihan Zn hingga 2-3 kali AKG menurunkan absorpsi tembaga. Pada hewan dapat menyebabkan degenerasi otot jantung. Kelebihan sampai 10 kali AKG mempengaruhi metabolisme kolesterol, mengubah nilai lipoprotein, dan dapat mempercepat timbulnya aterosklerosis. Dosis sebanyak 2 g atau lebih dapat menyebabkan muntah, diare, demam, kelelahan yang sangat, anemia, dan gangguan reproduksi. Suplemen Zn bisa menyebabkan keracunan begitu pula dengan makanan yang asam dan disimpan dalam kaleng yang dilapisi seng.

Suplemen iodium dalam dosis terlalu tinggi dapat menyebabkan perbesaran kelenjar tiroid, seperti halnya kekurangan iodium. Dalam keadaan berat dapat menutup jalan pernafasan sehingga meimbulkan sesak nafas.

Kelebihan tembaga secara kronis menyebabkan penumpukan tembaga di dalam hati yang dapat menyebabkan nekrosis hati atau serosis hati. Kelebihan tempaga dapat terjadi karena memakan suplemen tembaga, atau menggunakan alat pemasak terbuat dari tembaga, terutama bila digunakan untuk memasak cairan yang bersifat asam. Konsumsi sebanyak 10-15 mg tembaga sehari dapat menimbulkan muntah-muntah dan diare. Berbagai tahap perdarahan intravaskular dapat terjadi, begitupun nekrosis sel-sel hati dan gagal ginjal. Konsumsi dosis tinggi dapat menyebabkan kematian.

Sabtu, 25 Desember 2010

PENGAWAS PERIKANAN BRONDONG LAMONGAN

Pengawasan Perikanan serta Operasional Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Perikanan

Sumberdaya ikan bagian dari kekayaan alam sesuai “pasal 33 (3) UUD 1945” Jika dikelola dengan baik merupakan Sumber Ekonomi Potensial. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya “dikuasai” oleh “Negara” dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Apa makna/arti “dikuasai” oleh “Negara” ? Negara/Pemerintah mengatur pemanfaatannya (SDI) atau Penggunaannya.

Bagaimana arah pengaturan pemanfaatan SDI ? Agar pemanfaatan SDI untuk sebesar- besar “kemakmuran rakyat” dan Pemanfaatan yang berkelanjutan.

Perwujudan Pengaturan Pemerintah ? Yaitu dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 9 Tahun 1985 yang diganti dengan Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. (Sebagai UU Organik) dan Dengan Undang-Undang No. 31 Tahun 2004
Arah Ekonomi Potensial menjadi Ekonomi Riel.

Apa muatan UU No. 31 Thn 2004 ? Secara garis besar merupakan “Pengelolaan Perikanan” Perikanan adalah semua “kegiatan” yang berhubungan dengan Pengelolaan dan Pemanfaatan. Dimulai dari pra produksi, produksi, pengolahan dan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu “sistim bisnis” perikanan.

Pengelolaan” Perikanan adalah “semua upaya” termasuk proses yang terintegrasi dalam
(a). pengumpulan informasi, analisis dan perencanaan (b). konsultasi dan keputusan alokasi Sumberdaya Ikan (c). implementasi peraturan, perundang-undangan (d). Penegakan hukum. Dengan tujuan tercipta kelangsungan Produktivitas serta Kelestarian

Sumberdaya Ikan.

Berdasarkan pemahaman pengelolaan perikanan dapat diperoleh muatan sebagai berikut : (1). Ada pengumpulan data dan informasi yang dianalisis (2). Ada suatu perencanaan berdasarkan analisa data dan informasi. (3). Ada penetapan alokasi sumber berdasarkan data dan informasi. (4). Ada kebijakan sebagai suatu keputusan berdasarkan : (a). Data dan informasi (b). Perencanaan (c). Alokasi (d). Konsultasi (5). Ada pengaturan dan penetapan terhadap “pemanfaatan sumber” dan kelestarian lingkungannya (6). Ada pengawasan dan penegakan hukum (7). Ada pertimbangan “bisnis perikanan”

Dari pemahaman pengelolaan perikanan dapat diketahui bahwa pengawasan perikanban merupakan bagian dari pengelolaan perikanan atau lahirnya pengawasan perikanan bersumber dari dan ditujukan pada pengelolaan perikanan dalam UU No. 31 Tahun 2004

PENGAWASAN PERIKANAN

Pertanyaan (1). Mengapa diperlukan pengawasan perikanana? Atau yang menjadi tujuan ditetapkannya pengawasan perikanan? (2). Apa sebenarnya pengawasan itu dan apa saja kewenangannya? (3). Apa saja yang menjadi ruang lingkup itu atau apa saja yang diawasi?

Pengawasan bagian dari pengelolaan perikanan dan dalam pengelolaan perikanan ada fungsi pengaturan, khususnya pengaturan pemanfaatan SDI agar pengelolaan dan pemanfaatan sesuai dengan pasal 33 UUD ’45 maka untuk itu diperlukan pengawasan

Dengan demikian pengawasan dilakukan dengan tujuan agar “maksud dan tujuan” suatu pengaturan dapat dicapai. Jika demikian setiap pengaturan haruslah jelas maksud dan tujuannya, yaitu tertib, adil, objektif dan untuk kepentingan orang banyak

Berdasarkan pengertian perikanan, pengawasan dapat memberikanan makna 3 hal : (1). Pengawasan sebagai suatu “kegiatan” (2). Pengawasan sebagai suatu “pengendalian” (3). Pengawasan sebagai suatu “tindakan.

Pengawasan sebagai suatu “kegiatan” merupakan pengamatan dan pengumpulan data, fakta dan informasi tentang pelaksanaan peraturan perundang-undangan
ada analisa dan perencanaan dapat langsung dan tidak langsung.

Pengawasan sebagai suatu “pengendalian” merupakan pencegahan awal , dapat dengan proses perijinan, verifikasi/pemeriksaan, pengaturan larangan-larangan dan sosialisasi

Pengawasan sebagai suatu “tindakan” merupakan penanganan, pemberian sanksi atas pelanggaran dengan maksud menimbulkan efek jera /menciptakan kehendak menaati aturan.

TUGAS DAN KEWENANGAN PENGAWAS

Pasal 66 ayat (2) : Pengawas bertugas mengawasi tertib peraturan perundang-undangan di bidang perikanan. Makna dari tugas pengawasan menunjukkan :

  1. Obyek pengawasan : peraturan perundang-undangn di bidang perikanan (tidak boleh di luar perikanan)
  2. Dalam hal apa : ketaatan/kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
  3. Yang dilakukan : kegiatan data dan informasi, pengendalian dan penindakan (hal ini wajib dilaksanakan pengawas)

Agar pengawas dapat melaksanakan tugasnya, maka harus diberi kewenangan untuk melakukan :

• Kegiatan pengumpulan data dan informasi

• Pengendalian

• Penindakan

Siapa pengawas itu? Pasal 66 (3) Pengawas terdiri : PPNS Perikanan dan PNS Perikanan non penyidik. PERMEN No. 03 tahun 2007 menegaskan pengawas harus diangkat oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk Syarat untuk dapat diangkat atau ditunjuk harus PNS Perikanan.

Ruang Lingkup Pengawasan, Dilihat dari aspek tugas dibidang perikanan, maka ruang lingkup pengawasan seluruh peraturan perundang-undangan bidang perikanan antara llain :

  1. Pelaksanaan peraturan tentang penangkapan ikan
  2. Pelaksanaan peraturan tentang pembudidayaan ikan
  3. Pelaksanaan peraturan tentang pengolahan ikan
  4. Pelaksanaan peraturan tentang pengangkutan ikan
  5. Pelaksanaan peraturan tentang pemasaran ikan
  6. Pelaksanaan peraturan tentang penelitian ikan
  7. Dan lain-lain di bidang perikanan

Berdasarkan penjelasan pasal 66 (1), Pengawas Perikanan antara lain :

  1. Pengawas Penangkapan
  2. Pengawas Pembenihan
  3. Pengawas Budidaya
  4. PEngawas Hama dan Penyakit Ikan
  5. Pengawas Mutu
  6. Pengawas Lain-lain di Bidang Perikanan

Apa Saja Obyek Pengawasan ? a. Setiap “orang” yang mempunyai kegiatan di bidang

perikanan (subyek hukum) b. Setiap “benda” yang dipergunakan untuk melakukan

kegiatan di bidang perikanan.

Setiap orang adalah orang sebagai pribadi atau orang sebagai badan hukum Setiap benda adalah benda bergerak/tidak bergerak, benda berwujud/tidak berwujud

Dimana pengawasan dilakukan. Pengawasan dilakukan di tempat mana objek berada, antara lain :

  1. Laut, sungai, waduk dan rawa
  2. Lahan pembudidayaan ikan, tempat pembenihan ikan
  3. Unit pengolahan ikan
  4. Pelabuhan, bandar udara
  5. Di atas kapal
  6. Dll WPP RI

PELAKSANAAN PENGAWASAN

Berdasarkan FAO, pengawasan dilaksanakan dengan sistem monitoring (M), Controlling (C) dan Surveillance (S) yang dikenal dengan MCS

Monitoring (Pemantauan) Setiap pengawas wajib melakukan pengamatan/pemantauan, pengumpulan data, fakta dan infomasi untuk selanjutnya dianalisa dengan menggunakan perangkat teknis dan peraturan. Konsekuensinya : Setiap pengawas harus memahami teknis dan peraturan.

Manfaat Monitoring

  1. Sebagai bahan pertimbangan
  2. Sebagai dasar tindak lanjut
  3. Sebagai bahan perencanaan
  4. Sebagai bahan laporan
  5. Sebagai bahan memberikan usulan

Monitoring dapat dilakukan dengan alat atau tanpa alat, misalnya dengan VMS.

Controlling/Pengendalian Setiap pengawas wajib melakukan pengendalian sebelum terjadi pelanggaran.

Pengendalian dilakukan melalui :

• Pengaturan, pembuatan juknis, pemberitahuan/pengumuman

• Sosialisasi, penyuluhan

• Pembuatan perangkat pencegahan seperti SLO/HPK

• Pemeriksaan/Verifikasi dokumen

Pengendalian merupakan tindakan pencegahan dan sebagai hal utama dalam kegiatan pengawasan

Surveillance/Operasi Lapangan Pengawasan dalam bentuk operasional yang diikuti penindakan atau pengenaan sanksi pelanggaran. Surveillance dilakukan sebagai kegiatan pengawasan untuk meyakinkan adanya/ tingkat pelanggaran. Tindakan surveillance merupakan kegiatan terakhir yang membutuhkan biaya dan tenaga. Surveillance dapat menggunakan kapal pengawas atau kapal patroli

STRATEGI PENGAWASAN

Bermula di darat dan berakhir di darat, dilaksanakan dengan :

1. Preemptive : Pencegahan, offensif sebelum terjadi pelanggaran.

2. Persuasif : Pembinaan terhadap pelaku usaha /kegiatan perikanan untuk meningkatkan kesadaran/ketaatan hukum.

3. Responsif : Reaksi cepat melakukan penindakan dan penangana terhadap pelanggaran (penyidikan) .

Pengawasan mengutamakan pengendalian dalam bentuk Preemptive dan Persuasif, semakin tinggi kesadaran hukum dan ketaatan hukum maka penindakan/responsif akan menurun, sehingga terjadi penurunan biaya pengawasan. Penindakan/responsif merupakan upaya terakhir dalam pengawasan

SARPRAS PENGAWASAN

Dalam melakukan pengawasan diperlukan sarana dan prasarana pengawasan meliputi :

  1. Perangkat Peraturan
  2. Pengawas yang cakap dan terampil
  3. Alat penginderaan jarak jauh
  4. Alat penguji/laboratorium
  5. Kendaraan/Transportasi
  6. Kapal Pengawas
  7. Senjata
  8. dll.

KAPAL PENGAWAS

Kedudukan Kapal Pengawas berbeda dengan yang lain. Kapal Pengawas berfungsi melakukan pengawasan dan penegakan hukum. Kapal pengawas dapat menghentikan, memeriksa, membawa dan menahan kapal serta dilengkapi dengan senjata api. Jika demikian kapal pengawas sebagai subyek hukum/subyek pengawasan ?

Mengapa ?

1. Karena Kapal Negara dengan Tanda Khusus

2. Karena mewakili Negara

PENYIDIKAN, Siapa yang berwenang melakukan Penyidikan berdasarkan Pasal 73 (1) :

  1. PPNS Perikanan
  2. Perwira TNI-AL
  3. Pejabat POLRI

Kewenangan penyidikan terhadap apa ? Terhadap tindak pidana perikanan. Tindak Pidana Perikanan Dimana ? Apakah di semua Locus Delicti ? Misal : Tindak Pidana Perikanan di Sungai, atau Rawa, apakah penyidik TNI-AL berwenang? Jwb : UU No.31 tahun 2004 tidak menjelaskan

Kewenangan Lain Selain Penyidikan

UU No. 31 tahun 2004 tidak mengatur kewenangan TNI-AL dan POLRI selain penyidikan, jika demikian apa dasar POLRI melakukan pemeriksaan kapal di laut, di pelabuhan dan apa dasar POLRI memeriksa dokumen di darat dan di laut.

Demikian halnya dengan TNI-AL, UU No. 31 Tahun 2004 tidak mengatur kewenangan TNI-AL untuk memeriksa kapal perikanan di laut

Kewenangan Kapal Patroli

Kewenangan Kapal Patroli TNI-AL dan POLRI untuk melakukan pengawasan dan penegakan hukum perikanan di laut tidak diatur dalam UU No.31 Tahun 2004. UU No. 31 Tahun 2004 memberi kewenangan pengawasan dan penegakan hukum “hanya” kepada Kapal Pengawas Perikanan. Jika demikian halnya, kedudukan UU No. 31 tahun 2004 sebagai “Lex Specialist” tidak sepenuhnya dan tidak utuh.

Mencari Dasar Hukum Kewenangan

Selain UU No. 31 Tahun 2004 TNI-AL mendasari pada UU No. 5 Tahun 1983 dan UU TNI, jika hal ini benar tentu hanya di ZEEI saja. POLRI selain UU No. 31 tahun 2004 juga berdasar pada UU tentang Kepolisian RI, hal ini juga hanya di teritorial saja, selain sungai, waduk, rawa dan darat.

Rabu, 22 Desember 2010

FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN UNIROW

TUJUAN

  1. Menghasilkan sarjana yang memiliki keahlian dan prestasi dibidang perikanan dan kelautan sehingga mampu menghadapi perkembangan IPTEK
  2. Menghasilkan sarjana yang memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus mampu bersaing serta menangkap peluang pasar kerja dibidang perikanan dan kelautan
  3. Membekali lulusan dengan pengetahuan, ketrampilan, serta etika sehingga mampu untuk melanjutkan studi lanjut dan siap berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

PROGRAM STUDI ILMU PERIKANAN

1.TUJUAN

Menghasilkan Sarjana Perikanan yang menguasai dan mengimplementasikan prinsip-prinsip eksploitasi, eksplorasi, konservasi, rehabilitasi dan diversifikasi sumberdaya perikanan, mendayagunakan sarana dan prasaana, menghitung dan menganalisa nilai ekonomik sumberdaya perikanan, serta dapat melaksanakan pemberdayaan masyarakat

2. KEAHLIAN

  1. Mempunyai kemampuan pengetahuan dasar dan keahlian dalam bidang perikanan
  2. Memiliki kemampuan dalam menerapkan metode dan tehnologi termasuk SIG (Sistem Informasi Geografis), Biotehnologi dalam kegiatan pengelolaan, penentuan pemetaan serta evaluasi sumber daya perikanan
  3. Memiliki kemampuan mengembangkan pemanfaatan sumberdaya perikanan dalam lingkup kewilayahan, komoditi dan usaha produktif, efisien dan berkelanjutan
  4. Penguasaan, penggunaan alat-alat laboratorium maupun lapangan dibidang perikanan dan lingkungan perairan.

3. PROSPEK LULUSAN

Bidang kerja dari lulusan program studi S1 Ilmu Perikanan dapat bekerja pada perusahaan / lembaga baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang meliputi:

  1. Bidang industri perikanan baik dibidang budidaya, penangkapan maupun pengolahan
  2. Laboratorium Penyakit Ikan dan Lingkungan ;
  3. Lembaga-lembaga Pemerintah seperti LIPI, LAPAN, BBPT, BP POM, Dinas Perikanan dan Kelautan, Perum Pelabuhan, Balai Karantina Ikan (BKI)
  4. Pengelolaan Lingkungan Perairan,
  5. Lembanga-lembaga luar Negeri seperti Seame Biotrop, WWF, Fishery Laboratorium
  6. Dosen, Guru SMK Perikanan,
  7. Perusahaan Asing di bidang pengolahan dan penangkapan ikan, seperti PT. Haslindo (Jepang), PT. Kyokko Shinju (Jepang) , Syarikat PG Mohn Shahrimin (Brunai) dan lain sebagainya
  8. Perusahaan dalam Negeri dibidang pengolahan, budidaya dan penangkapan PT. Bima Karisma (Bali), PT Bonekom (Ujung Pandang), PT. Mitra Mas (Jakarta) dan lain sebagainya
  9. Wiraswasta

4. PROGRAM UNGGULAN

a. Mengadakan sertifikasi keprofesian bagi mahasiswa perikanan seperti sertifikasi PENYAKIT IKAN, TMMT, AEMO,SIG

b. Mengembangkan tehnologi pengendalian penyakit pada ikan dan udang berbasis imunisasi dan biosecurity

c. Mendukung program Pemerintah di Bidang perikanan tahun 2007 “Peningkatan Ekspor Ikan Kerapu, Udang Dan Rumput Laut Guna Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”

5. LABORATORIUM

a. Laboratorium Basah ( Wet Lab)

perikanan tuban5

Merupakan sebuah prasarana yang digunakan untuk pratikum mata kuliah, penel;itian dan pengembangan perikanan meliputi kegiatan pembenihan, pembesaran dan kultur.

b. Laboratorium Kualitas Air

perikianan tuban4

perikanan tuban3

Keberadaan fasilitas laboratorium ini dimaksudkan untuk menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian terutama yang berkaitan dengan lingkungan fisik dan kimia perairan, baik untuk tujuan budidaya ikan maupun pelestarian lingkunmgan perairan

c. Laboratorium Biologi Perairan

perikanan tuban2

perikanan tuban

Laboratorium ini terdiri dari reagen-reagen dan peralatan yang menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian mata kuliah yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan, biologi perairan biota makro dan mikro abiotik

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN

1. TUJUAN

Menghasilkan Sarjana Kelautan yang terampil, mampu berpikir, berkarya dan mengembangkan ilmu dan tehnologi kelautan, khususnya dalam mendeteksi dan mengestimasi sumberdaya hayati laut untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatannya

2. KEAHLIAN

a. Mempunyai kemampuan pengetahuan dasar dan keahlian dalam bidang kelautan

b. Memiliki kemampuan metode dan tehnologi kelautan termasuk SIG (Sistem Informasi Geografis), Biotehnologi dalam kegiatan pengelolaan eksplorasi, penentuan dan pemetaan, sera evaluasi sumberdaya hayati dan non hayati kelautan

c. Mempunyai kemampuan merencanaan pembangunan di bidang kelautan berbasis masyarakat dan industri dalam skala lokal, regional maupun nasional melalui pendekatan lintas sektoral, keterpaduan serta keberlanjutan dengan menggunakan metode-metode yang relevan

d. Penguasaan penggunaan alat-alat laboratorium maupun lapangan di bidang kelautan seperti mampu mendeteksi adanya minyak bumi di perairan laut, mampu mengetahui fungsi OTEC (Oceanic Thermal Chemical) sebagai pembangkit tenaga listrik, dan sebagainaya

3. PROSPEK LULUSAN

Bidang kerja lulusan program studi S1 Ilmu Kelautan dapat bekerja pada perusahaan / lembaga baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang meliputi:

  1. bidang sumber daya alam non hayati baik swasta maupun pemerintah seperti Pertamina, Lemigas, PT. Petro China (Bojonegoro), PT. Shillelagh Marine Construction (Jakarta) dan lain sebagainya
  2. Lembaga-lembaga Pemerintah seperti LIPI, LAPAN, BBPT, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Hidro Oseanografi, PPLH (pusat pengendali lingkungan hidup), Perum Pelabuhan,
  3. Perusahaan dibidang Jasa Konsultasi Pariwisata , Marine Tourism service seperti PT. Pelayaran Gusuri LLOYD, ANCOL, dll
  4. Perusahaan dibidang Jasa Pelayanan Kepelabuhan, Jasa Angkutan Laut seperti PT. Pelabuhan Indonesia III dll
  5. LSM Amdal Pantai, Peningkatan SDM dibidang Kelautan seperti TNC (The Nature Conservancy Southeast Asia for Marine Protected Area
  6. Perusahaan Peralatan Oceanografi seperti Syarikat Gamafco
  7. Perusahaan Marine Constrution seperti PT. Fenergi Cipta
  8. Galangan Kapal seperti , PT. Dumas
  9. Laboratorium Kelautan, sepert Marine Laborotorium Simiman
  10. Dosen, dan Guru7 SMK
  11. Wiraswasta di bidang kelautan seperti Bidang Jasa Konsultasi Pariwisata , Marine Tourism service, Bidang Jasa Pelayanan Kepelabuhan, Jasa Angkutan Laut, Amdal Pantai, Peralatan Oceanografi, Marine Constrution, Peningkatan SDM di bidang Kelautan, Galangan Kapal, Penyelaman

4. PROGRAM UNGGULAN

a. Mengadakan sertifikasi keprofesian bagi mahasiswa kelautan seperti sertifikasi AMDAL A dan B, SIG, IMO

b. Mengembangkan tehnologi OTEC sebagai alternatif sumberdaya listrik

c. Mendukung program Pemerintah di Bidang Kelautan tahun 2007 “ Peningkatan Percepatan Kelautan secara lestari untuk Kesejahteraan Bangsa”

5. LABORATORIUM

a. Laboratorium Hidro Oseanografi

Peralatan-peralatan yang ada di laboratorium ini digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pengembangan IPTEK yang berhubungan dengan sedimentasi, gelombang dan pasang surut

Perikanan Tuban

perikanan tuban

clip_image015

b. Laboratorium Biologi Laut

Peralatan-peralatan yang ada di laboratorium ini digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pengembangan IPTEK yang berhubungan dengan biolagi laut diantaranya lapisan epidermis coral, rumput laut dan biota laut lainnya

perikanan UNIROW

clip_image019

c Kapal latih

Kapal ini digunakan untuk menunjang pendidikan dan penelitian di bidang kelautan terutama untuk dalam pengambilan sampel kualitas air, biota laut, kandungan unsur –unsur kelautan baik fisik maupun kemis

perikanan tuban1

Peralatan-peralatan yang ada di laboratorium ini digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan dan pengembangan IPTEK yang berhubungan dengan sedimentasi, gelombang dan pasang surut

PROGRAM DIPLOMA PERIKANAN

A. BUDIDAYA PERIKANAN

1. Tujuan Program Studi Budidaya Perikanan

Tujuan Program Studi Budidaya Perikanan adalah menghasilkan tenaga profesional yang menguasai serta mampu menerapkan dan mengembangkan dasar ilmu pengetahuan dan teknologi budidaya perikanan dalam kegiatan produktif, ekonomis/konsep agribisnis, yang berwawasan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

2. Keahlian

a. Memahami dan mengetahui tehnik budidaya perikanan yang ramah lingkungan dan ekonomis.

b. Mampu melaksanakan usaha produksi benih ikan , udang dan biota air lainnya

c. Mampu melakukan analisa dan perbaikan ,pengelolaan kualitas air serta pengendalian hama dan penyakit

d. Mampu mengunakan alat-alat laboratorium dan menganalisis usaha budidaya perikanan.

3. PROSPEK LULUSAN

Bidang kerja lulusan program Diploma Budidaya Perikanan dapat bekerja pada perusahaan / lembaga baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang meliputi:

a. Lembaga-lembaga pemerintah ; Balai Budidaya Air Payau, Balai Budidaya Air Laut dan Balai Budidaya Air Tawar, Balai Budidaya Ikan, Balai Laboratorium Penyakit Ikan, Balai Karantina Ikan, atau seluruh Balai dibawah Departemen Perikanan dan Kelautan

b. Lembaga-lembaga swasta ; Tambak-tambak swasta masyarakat, Bacdyard, Hatcery, Pembuatan pakan ikan skala besar maupun rumah tangga

c. Wiraswasta

4. PROGRAM UNGGULAN

a. Meningkatkan ketrampilan mahasiswa dengan program magang plus

b. Mengadakan Worshop “Monitoring Residu Obat, Bahan Kimia, Bahan Biologi dan Kontaminan pada Pembudidaya Ikan”

c. Mengembangkan program “Pengurangan Penggunaan Obat, Bahan Kimia, Bahan Biologi dan Kontaminan pada Ikan-ikan yang Dibudidayakan”

5. LABORATORIUM

a. Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan

Merupakan laboratorium untuk menunjang pendidikan dan penelitian kesehatan, patologi, parasit dan pembuatan parasit penyakit ikan . Laboratorium ini dilengkapi dengan bahan dan peralatan pengamatan mikroba akuatik yang merugikan

perikanan tuban

clip_image025

b. Laboratorium Nutrisi Ikan

clip_image027

B. MANAJEMEN SUMBERDAYA PERIKANAN

1. Tujuan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan

Tujuan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perikanan adalah menghasilkan tenaga profesional yang menguasai serta mampu dan mampu menerapkan serta mengembangkan ilmunya dalam mengelola sumberdaya perikanan secara rasional, bertanggung jawab, dan berkelanjutan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat dan pelestarian sumberdaya ikan.

2. Keahlian

a. Memahami dan mengetahui karakter sumberdaya ikan dan perairan serta memahami konsep keragaman pengelolaan sumberdaya perikanan

b. Mampu mendayagunakan sarana dan prasarana kegiatan perikanan dan pengelolaannya bagi pengembangan masyarakat.

c. Mampu melakukan menghitung dan manganalisisi baik secara sosial ekonomi dan ekologi pemanfaatan sumberdaya perikanan.

d. Menguasai permasalahan lapangan dan dapat merancang model pengelolaan perikanan

3. Prospek Lulusan

Bidang kerja lulusan program Diploma Manajemen Sumberdaya Perikanan dapat bekerja pada perusahaan / lembaga baik di dalam negeri maupun di luar negeri dibidang eksploitasi, eksplorasi, konservasi, rehabilitasi dan diversifikasi sumberdaya perikanan, yang meliputi:

  1. Lembaga-lembaga pemerintah ; Departemen Perikanan dan Kelautan, Perum Pelabuhan, TPI (Tempat Pendaratan Ikan),PPI (Pangkalan Pendaratan Ikan), PPN (Pelabuhan Perikanan Nusantara), PPS (Pelabuhan Perikanan Samudera), Departemn Perhubungan
  2. Lembaga-lembaga swasta ; Industri-industri Perikanan Tangkap baik di luar maupun dalam negeri,
  3. Wiraswasta

4. PROGRAM UNGGULAN

  1. Meningkatkan ketrampilan mahasiswa dengan program magang plus
  2. Mengadakan Worshop “ Penggunaan Gillnet dalam Peningkatan Hasil Tangkap Nelayan Tuban”
  3. Mengembangkan program pendampingan terhadap Nelayan Payang dalam Meningkatkan Hasil Tangkapan

5. LABORATORIUM

a. Laboratorium Navigasi

Merupakan kelengkapan prasarana untuk menunjang kegiatan praktikum dan pengembangan IPTEKS yang berhubungan dengan kegiatan penangkapan ikan. Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan untuk simulasi penangkapan ikan ini

clip_image029

  1. Laboratorium Tangkap

Merupakan laboratorium untuk menunjang pendidikan, penelitian, dan pengembangan peralatan penangkapan ikan baik perairan air tawar maupun laut. Dilengkapi dengan koleksi alat tangkap ikan mulai dari yang sudah hampir punah sampai model-model terbaru atau hasil modifikasi.

clip_image031

clip_image033

    1. PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN

1. Tujuan Program Studi Pengolahan Hasil Perikanan

Tujuan Program Studi Pengolahan Hasil Perikanan adalah menghasilkan tenaga profesional yang mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi hasil perikanan dalam kegiatan penanganan, pengawetan, pemanfaatan, dan pengolahan hasil perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

2. Keahlian

a. Memahami dan mengetahui karakter ikan sebagai bahan makanan dan bahan baku industri serta mengetahui teknik penanganan dan pengolahan ikan

b. Mampu mengelola dan merawat alat-alat pengolahan, serta mampu melakukan pengendalian sistem jaminan mutu keamanan hasil perikanan pada produksi, pengolahan dan distribusi

c. Mampu melakukan analisis usaha industri pengolahan serta potensi pengembangan produk hasil perikanan

d. Menguasai permasalahan lapangan dan dapat merancang model keamanan hasil perikanan mulai dari pengolahan sampai distribusi

3. Prospek Lulusan

Bidang kerja lulusan program Diploma Pengolahan Hasil Perikanan dapat bekerja pada perusahaan / lembaga baik di dalam negeri maupun di luar negeri di bidang produksi pengolahan, distribusi, jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan, yang meliputi:

  1. Lembaga-lembaga Pemerintah ; Departemen Perikanan dan Kelautan, TPI (Tempat Pendaratan Ikan), BP POM, Pasar ikan Higiene
  2. Lembaga-lembaga swasta ; Industri-industri Pengolahan Hasil Perikanan baik di luar maupun dalam negeri,
  3. Wiraswasta

4. PROGRAM UNGGULAN

  1. Meningkatkan ketrampilan mahasiswa dengan program magang plus
  2. Mengadakan Worshop “ SURIMI – Olahan antara yang multiguna”
  3. Mengembangkan program diversifikasi produk olahan ikan guna peningkatan pendapatan istri-istri nelayan

5. LABORATORIUM

a. Laboratorium Tehnologi Hasil Perikanan

clip_image035

clip_image037

Perikanan Budidaya

  • DJPB - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

    DJPB! - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. ... Budidaya yang Sesuai dengan Potensi Perikanan di Jawa Tengah.

  • Perikanan - Budidaya Ikan Lele

    TTG BUDIDAYA PERIKANAN. BUDIDAYA IKAN LELE ( Clarias ). 1. SEJARAH SINGKAT Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit gelap.

  • Label Organik dalam Perikanan Budidaya

    Label organik dalam perikanan budidaya diperlukan karena banyaknya kegiatan yang bersifat unsustainable aquaculture, baik dari segi ekonomi dan geologi.

  • fishblogs

    Perikanan budidaya di Jawa Tengah saat ini didominasi oleh usaha skala besar Oleh karena itu, pemanfaaatan sumberdaya perikanan budidaya yang sangat besar dan belum di manfaatkan secara optimal.

  • Budidaya Perikanan - Sentra Informasi IPTEK

    TTG - BUDIDAYA PERIKANAN. Edisi 2 - Maret 2001. A. IKAN AIR TAWAR Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian. Dinas Perikanan Propinsi DIY.

  • REPUBLIK INDONESIA - Daerah Di Minta Tingkatkan Perikanan Budidaya

    Demikian di sampaikan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI Fadel Muhammad saat membuka Forum Akselerasi Pembangunan Perikanan Budidaya.

  • Perikanan Budidaya Meningkatkan Produksi 20% « kliping dunia ikan

    Perikanan budidaya kelak harus mampu meningkatkan konstribusinya secara nyata terhadap sektor perikanan secara keseluruhan.

  • ANTARA News: Cuaca Buruk Sulitkan Perikanan Budidaya

    Cuaca buruk memiliki dampak pada sektor perikanan di wilayah Indonesia, terutama pada sejumlah perikanan budidaya yang memerlukan kualitas air yang baik.

  • Perikanan Budidaya Lepas Pantai Belum Akan Dikembangkan

    Kementerian Kelautan hingga saat ini belum akan mengembangkan perikanan budidaya lepas pantai (offshore), sebaliknya semakin mengintensifkan perikanan budidaya air payau dan air tawar.

  • Pusat Riset Perikanan Budidaya

  • Tahun 2002 merupakan titik awal dari perkembangan riset di bidang perikanan budidaya, sejalan dengan adanya pemekaran Puslitbang Eksplorasi Laut dan pantai.

  • Berita untuk perikanan budidaya
  • Selain udang, target perikanan tercapai
    1 hari yang lalu

    Produksi itu disumbang oleh produksi perikanan tangkap seberat 4,27 juta ton dan seberat 4,28 juta ton dari perikanan budidaya. Direktur Jenderal Perikanan.

  • Selasa, 21 Desember 2010

    Budidaya tambak udang windu organic Perikanan Tuban

    image Persiapan tambak

    1. Pengeringan tambak.
    2. Ukur pH tanah dasar, usahakan pH 7 bila kurang lakukan penebaran kapur sesuai dosis anjuran.
    3. Tebar kompos 10 - 100 gr / m2 tergantung kesuburan lahan.
    4. kendalikan keong dengan basmi keong ( molusikida organic ).
    5. isi air tambak minimal 50 cm ( di pelataran ).
    6. Tebar SOZOFM – 2 dosis 10 botol , lalu diamkan 2 minggu.
    7. lakukan penanggulangan hewan pesaing di hari ke 12, dengan memakai saponen sesuai dosis anjuran.
    8. lakukan penebaran SOZOFM – 2 dosis 5 botol / ha, isi kolam sampai penuh.
    9. hari ke 14 benur sudah siap ditebar.
    10. Lakukan control air kolam minimal 2 kali seminggu pH dan temperature agar kualitas air dapat terpantau baik.
    11. pengulangan penebaran SOZOFM – 2 setiap 2 minggu sekali sebanyak 5 botol / ha.

    Yang perlu diperhatikan saat budidaya adalah kualitas air, dimana penurunan kualitas air biasanya di sebabkan beberapa factor, seperti :

      • Pembusukan sisa limbah organic dari kotoran udang.
      • Pembusukan klekap.
      • Pembusukan sisa kulit udang hasil dari moulting ( ganti kulit ).
      • Air terlalu dangkal, sehingga suhu air terlalu tinggi disiang hari dan terlalu dingin dimalam hari, menyebabkan udang stress.

    Peranan SOZOFM – 2 pada budidaya udang windu organic :

    1. Pembusukan sisa limbah kotoran udang, klekap, dan pembusukan sisa kulit udang dapat diatasi karena SOZOFM – 2 mengandung lactobacillus 106, yang mampu mengurai bahan- bahan tersebut menjadi mineral volume kecil, yang akan diserap oleh Plankton, phytoplankton akan menghasilkan oxygen saat berphotosintesa disiang hari sehingga kandungan oxygen terlarut akan meningkat, Zooplankton akan menjadi pakan alami udang dengan sangat melimpah.
    2. Meningkatkan metabolisme pencernaan udang sehingga pakan alami yang dikonsumsi akan terserap secara optimal, sehingga sisa limbah berupa faeces tidak mengandung protein lagi, sehingga aman bagi lingkungan perairan, sehingga kualitas air tetap baik.
    3. Kandungan asam amino ,asam lemak organic mampu meningkatkan daya tahan tubuh udang dari stress terhadap tekanan lingkungan yang kurang bagus, sehingga pertumbuhannya tetap baik.
    4. Meningkatkan citarasa daging udang dan daya tahan simpan pasca panen.