-
Katalog Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Online Public Access Catalog (OPAC). Web Online Public Access Catalog-Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat anda menemukan data skripsi kami.
-
FISH GAUL: SKRIPSI PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
SKRIPSI PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN. SKRIPSI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERIKANAN. SKRIPSI BUDIDAYA PERAIRAN
-
Skripsi Perikanan | Judul Skripsi Contoh Skripsi
perpustakan skripsi, Tesis, Makalah terbesar di indonesia, Berikut adalah materi skripsi atau contoh skripsi Jurusan Perikanan,
-
Contoh Skripsi Perikanan
Berikut adalah materi skripsi atau contoh skripsi jurusan Perikanan, Untuk mendownload materi lengkapnya silahkan Klik disini BAB 1.
-
Daftar Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Daftar Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UnIROW Tuban, FakultasPerikanan dan Ilmu Kelautan Unirow TUBAN , Fakultas Perikanan dan Ilmu
-
Judul Skripsi Perikanan
perpustakan skripsi, Tesis, Makalah terbesar di indonesia, Berikut adalah materi skripsi atau contoh skripsi Jurusan Perikanan, ...
-
REFERENSI SKRIPSI PERIKANAN: KAPAL DAN NELAYAN
Anda sedang mencari Referensi skripsi tentang Kapal Ikan dan Nelayan? Saya sudah tuliskan berdasarkan beberapa sumber, bila bermanfaat.
-
KATALOG SKRIPSI PERIKANAN DAN KELAUTAN
judul skripsi/ Tesis tersedia dalam bentuk file. NO. KODE. JUDUL. PT. JURUSAN. Tahun. Hlm. 1. PL 001. Studi Variasi Dan Komposisi.
-
Skripsi Kajian Pengembangan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan
Skripsi Teknik Sipil : Kajian Pengembangan Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Safei, Mukhammad Nur Ikhsan. 2005. Jurusan Teknik.
-
Pdf Skripsi Perikanan | PAPAN INFORMASI
More articles about Pdf Skripsi Perikanan di PAPAN INFORMASI. Click to read more articles about Pdf Skripsi Perikanan.
Perikanan Unirow Tuban adalah Situs resmi Fakultas Perikanan Kelautan memuat berita perkembangan APERIK FAKANLUT
Kamis, 22 Maret 2012
SKRIPSI PERIKANAN DAN KELAUTAN UPDATED UNIROW TUBAN
Selasa, 23 November 2010
JUDUL SKRIPSI TERBARU
-
Download Kumpulan Jurnal Proposal Contoh Judul Skripsi Gratis FULL
Layanan Membership Kumpulan Skripsi, Tesis, Tugas Kuliah Secara Online dan Full Content dalam Words dan PDF File.
-
100 JUDUL SKRIPSI
tolong krimkan judul skripsi tentang metode pembeljaran dan ptk hamdani ... kirimkanlah judul skripsi pendidikan biologi.. terima kasih ...
-
Kumpulan Judul Skripsi - Thesis Gratis
Gratis 100% Proposal dari Ratusan judul Tugas Akhir, Skripsi Thesis bidang kajian ekonomi manajemen, akuntansi, hukum dan fisip untuk referensi penulisan ...
-
Skripsi FE
Dengan adanya website ini diharapkan mahasiswa dan mahasiswi dapat menyusun skripsi, thesis dan tugas akhirnya dengan mengambil sebagian dari judul, ...
-
Judul Skripsi Manajemen « Smart Life
ada judul skripsi tentang manajemen keuangan,investasi dan pasar modal? ... bang tolong carikan judul skripsi manajemen SDM yang ...
-
Download skripsi, skripsi informatika, skripsi ekonomi, Judul ...
Download 1.200 Skripsi Full Content Siap Anda Pakai, Judul Skripsi Semua Jurusan. Tugas akhir terbaru lengkap mulai dari bab I sampai daftar pustaka, ...
-
Referensi Mahasiswa Indonesia | NGAMPUS.COM
Friends. Info Beasiswa · Judul Skripsi ... SKRIPSI PENGARUH PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TERHADAP PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT KUSTA ...
-
skripsi, judul skripsi, contoh skripsi, skripsi akuntansi, skripsi
Skripsi akuntansi, skripsi manajemen, judul skripsi, contoh skripsi, dan banyak lagi.
-
INDOSKRIPSI | Kumpulan Skripsi Online Full Content
Kumpulan skripsi semua jurusan, file lengkap, download skripsi, tugas kuliah, penelitian, makalah dan semua koleksi judul skripsi. Skripsi Gratis dan panduannya
-
oleh Amekuedee ini mengambil judul “An Evaluation of Library Automation in Some one “Panduan Penulisan Skripsi”. Yogyakarta: Fakultas Adab UIN “Sunan Bonang
Senin, 22 November 2010
POSDAYA MINAMAKMUR PEMBUATAN PAKAN IKAN SENDIRI
Bahan-Bahan Untuk Pakan Buatan
A. Bahan Hewani
1. Tepung Ikan
Bahan baku tepung ikan adalah jenis ikan rucah (tidak bernilai ekonomis) yang berkadar lemak rendah dan sisa-sisa hasil pengolahan. Ikan difermentasikan menjadi bekasem untuk meningkatkan bau khas yang dapat merangsang nafsu makan ikan. Lama penyimpanan < 11-12 bulan, bila lebih dapat ditumbuhi cendawan atau bakteri, serta dapat menurunkan kandungan lisin yang merupakan asam amino essensial yang paling essensial sampai 8%. Kandungan gizi: protein=22,65%; lemak=15,38%; Abu=26,65%; Serat=1,80%; Air=10,72%; Nilai ubah=1,5–3.
Cara pembuatannya:
a) Ikan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas.
b) Air perasan ditampung untuk dibuat petis/diambil minyaknya.
c) Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
2. Tepung Rebon dan Benawa
Rebon adalah sejenis udang kecil yang merupakan bahan baku pembuatan terasi. Benawa adalah anak kepiting laut. Rebon dan Benawa muncul pada awal musim hujan di sekitar muara sungai, mengerumuni benda yang terapung.
Cara pembuatan:
a) Bahan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas;
b) Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
Kandungan gizi: Protein: Udang rebon=59,4% (udang rebon), 23,38% (benawa); Lemak =3,6% (Udang rebon), 25,33% (Benawa); Karbohidrat 3,2% (Udang rebon), 0,06% (benawa); Abu=11,41% (Benawa); Serat=11,82% (Benawa); Air=21,6% (Udang rebon); 5,43% Benawa ,Nilai ubah: Benawa=4–6
3. Tepung Kepala Udang
Bahan yang digunakan adalah kepala udang, limbah pada proses pengolahan udang untuk ekspor. Cara pembuatannya:
a) Bahan direbus, dijemur sampai kering dan digiling;
b) Tepung diayak untuk membuang bagian-bagian yang kasar dan banyak mengandung kitin.
Kandungan gizinya: Protein= 53,74%; Lemak= 6,65%; Karbohidrat= 0%; Abu= 7,72%; Serat kasar= 14,61%; Air= 17,28%.
4. Tepung Anak Ayam
Bahan: anak ayam jantan dari perusahaan pembibitan ayam petelur. Cara pembuatan:
a) Anak-anak ayam dimatikan secara masal, bulu-bulunya dibakar dengan lampu semprot. Kemudian direbus sampai kaku (setengah masak).
b) Diangin-anginkan sampai kering dan digiling beberapa kali sampai halus. Hasil gilingan yang masih basah disebut pastadan dapat langsung digunakan.
c) Pasta dapat dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
Kandungan gizinya: Protein=61,65%, Lemak=27,30%, Abu=2,34%, Air=8,80%, Nilai ubah=5–8. Juga mengandung hormon, enzim, vitamin, dan mineral yang dapat merangsang nafsu makan dan pertumbuhan.
5. Tepung Kepompong Ulat Sutra
Bahan: kepompong ulat sutra yang merupakan limbah industri pemintalan benang sutra alam. Kandungan gizinya: Protein= 46,74%, Lemak= 29,75%, Abu= 4,86%, Serat= 8,89%, Air= 9,76%, Nilai ubah= 1,8.
6. Ampas Minyak Hati Ikan
Bahan: amapas hati ikan yang telah diperas minyaknya. Cara pembuatannya:
a) digunakan sebagai pasta, karena kandungan lemaknya tinggi, sehingga sukar dikeringkan.
b) Digiling halus sampai bentuknya seperti pellet.
Kandungan gizinya: Protein= 25,08%, lemak= 56,75%, Abu= 6,60%, Air=12,06%, Nilai ubah= 8.
7. Tepung Darah
Bahan: darah, limbah dari rumah pemotongan ternak. Cara pembuatannya:
a) darah beku yang masih mentah dimasak dan dikeringkan
b) kemudian digiling menjadi tepung.
Kandungan gizinya: Protein= 71,45%, Lemak= 0,42%,Karbohidrat= 13,12%, Abu= 5,45%, Serat= 7,95%, Air= 5,19. Proteinnya sukar dicerna, sehingga penggunaannya untuk ikan < 3% dan untuk udang < 5%.
8. Silase Ikan
Bahan: ikan rucah dan limbah pengolahan.
Silase adalah hasil olahan cair dari bahan baku asal ikan/limbahnya.
Cara pembuatan:
a) Bahan dicuci, dicincang kecil-kecil, kemudian digiling. Hasil gilingan direndam dalam larutan asam formiat 3% 24 jan, kemudian diperas.
b) Air perasan ditampung dan lapisan minyak yang mengapung di lapisan atas disingkirkan.
c) Cairan yang bebas minyak dicampur dengan ampas dan ditambah asam propionat 1%, untuk mencegah tumbuhnya bakteri / cendawan dan menambah daya awet ± 3 bulan dengan pH ± 4,5.
d) Bahan diperam selama 4 hari dan diaduk 3- 4 kali sehari.
e) Bahan cair yang bersifat asam dapat dicampur dengan dedak, ketela pohon/tepung jagung dengan perbandingan 1:1, dikeringkan dan digunakan untuk campuran dalam ramuan makanan.
Kandungan gizinya: Protein=18-20%, Lemak=1-2%, Abu=4-6%, Air=70- 75%, Kapur=1-3%, Fosfor=0,3-0,9%.
9. Arang Bulu Ayam dan Tepung Tulang
Bahan: arang bulu ayam, tulang ternak.
Cara pembuatan: Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam dengan suhu 100 ° C, kemudian dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan sepanjang 1-3 cm. Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar. Pemisahan selatin dengan jalan pemanasan 3 tahap, yaitu pada suhu 60 ° C selama 4 jam, suhu 70 ° C selama 4 jam, dan 100 ° C selama 5 jam. Pemrosesan selatin. Tulang dikeringkan pada suhu 100 ° C, sampai kadar airnya tinggal 5% dan digiling hingga menjadi tepung. Pengemasan dan penyimpanan.
Kandungan gizinya: Protein=25,54%, Lemak=3,80%, Abu=61,60%, Serat=1,80%, Air=5,52%.
10. Tepung Bekicot
Bahan: daging bekicot mentah dan daging bekicot rebus.
Cara pembuatan: Daging bekicot dikeringkan lalu digiling. Untuk campuran makanan sebesar 5-15%.
Kandungan gizi: Protein=54,29%, Lemak=4,18%, Karbohidrat=30,45%, Abu=4,07%, Kapur=8,3%, Fosfor=20,3%, Air=7,01.
11. Tepung Cacing Tanah
Dapat menggantikan tepung ikan, dapat diternak secara masal. Jumlah penggunaan dalam ramuan 10-25%. Cara pembuatan: Cacing dikeringkan lalu digiling. Kandungan proteinnya 72% dan mudah diserap dinding usus.
12. Tepung Artemia
Dapat menggantikan tepung ikan/kepala udang.
Kandungan protein (asam amino essensial) untuk burayak 42% dan dewasa 60%, sedangkan asam lemak tak jenuh untuk burayak 20% dan dewasa 10%. Daya cernanya tinggi.
13. Telur Ayam dan Itik
Bahan: telur mentah atau telur rbus. Penggunaan: Telur mentah langsung dikopyok dan dicampur dengan bahan lain. Telur rebus, diambil kuningnya, dihaluskan dan dilarutkan sampai membentuk emulsi atau suspensi. Kandungan gizinya: Protein=12,8%, Lemak=11,5%, Karbohidrat=0,7%, Air=74%.
14. Susu
Bahan: tepung susu tak berlemak (skim). Kandungan gizi: Protein=35,6% Lemak=1,0% Karbohidrat=52,0%, Air=3,5%
B. Bahan Nabati
1. Dedak
Bahan dedak padi ada 2, yaitu dedak halus (katul) dan dedak kasar. Dedak yang paling baik adalah dedak halus yang didapat dari proses penyosohan beras, dengan kandungan gizi: Protein=11,35%, Lemak=12,15%, Karbohidrat=28,62%, Abu=10,5%, Serat kasar=24,46%, Air=10,15%, Nilai ubah= 8.
2. Dedak Gandum
Bahan: hasil samping perusahaan tepung terigu. Tepung yang paling baik untuk pakan ikan adalah “wheat pollard” dengan kandungan gizi: Protein=11,99%, Lemak=1,48%, Karbohidrat=64,75%, Abu=0,64%, Serat kasar=3,75%, Air=17,35%, Nilai ubah=2-3.
3. Jagung
Terdapat 2 jenis, yaitu: (1) Jagung kuning, mengandung protein dan energi tinggi, daya lekatnya rendah; (2) Jagung putih, mengandung protein dan enrgi rendah, daya lekatnya tinggi. Sukar dicerna ikan, sehingga jarang digunakan.
4. Cantel/Sorgum
Berwarna merah, putih, kecoklatan. Warna putih lebih banyak digunakan. Mempunyai zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan, sehingga harus ditambah metionin/penyosohan yang lebih baik. Kandungan gizi: Protein=13,0%, Lemak=2,05%, Karbohidrat=47,85%, Abu=12,6%, Serat kasar= 13,5%, Air=10,64%, Nilai ubah2-5.
5. Tepung Terigu
Berasal dari biji gandum, berfungsi sebagai bahan perekat dengan kandungan gizi: Protein=8,9%; Lemak=1,3%; Karbohidrat=77,3%; Abu=0,06%; Air=13,25%.
6. Tepung Kedele
Keuntungan: mengandung lisin asam amino essensial yang paling essensial dan aroma makanan lebih sedap, penggunaannya ± 10%. Kekurangan: mengandung zat yang dapat menghambat enzim tripsin, dapat dikendalikan dengan cara memasak. Kandungan gizi: Protein: 39,6%, Lemak=14,3%, Karbohidrat=29,5%, Abu=5,4%, Serat=2,8%, Air=8,4%, Nilai ubah=3-5.
7. Tepung Ampas Tahu
Kandungan gizinya: Protein=23,55%, Lemak=5,54%, Karbohidrat=26,92%, Abu=17,03%, Serat kasar=16,53%, Air=10,43%.
8. Tepung Bungkil Kacang Tanah
Bungkil kacang tanah adalah ampas pembuatan minyak kacang. Kelemahannya: dapat menyebabkan penyakit kurang vitamin, dengan gejala sirip tidak normal dan dapat dicegah dengan membatasi penggunaannya. Kandungan gizi: Protein=47,9%, Lemak=10,9%, Karbohidrat =25,0%, Abu=4,8%, Serat kasar=3,6%, Air=7,8%, Nilai ubah=2,7-4.
9. Bungkil Kelapa
Bungkil kelapa adalah ampas dari proses pembuatan minyak kelapa. Sebagai bahan ramuan dapat dipakai sampai 20%. Kandungan gizi: Protein=17,09%, Lemak=9,44%, Karbohidrat=23,77%, Abu=5,92%, Serat kasar=30,4%, Air=13,35%.
10. Biji Kapuk/Randu
Bahan: bungkil kapuk yang telah diambil minyaknya. Kelemahannya: Mengandung zat siklo-propenoid yang bersifat racun bius. Penggunaannya < 5%. Kandungan gizinya: Protein=27,4%, Lemak=5,6%, Karbohidrat=18,6%, Abu=7,3%, Serat kasa=25,3%, Air=6,1 %.
11. Biji Kapas
Bahan: bungkil dari pembuatan minyak. Kelemahannya: mengandung zat gosipol yang bersifat sebagai racun, yaitu merusak hati dan perdarahan/pembengkakan jaringan tubuh. Untuk penggunaannya harus dimasak dulu. Kandungan gizi: Protein=19,4%, Lemak=19,5%, Asam lemak linoleat=47,8%, Asam lemak palmitat=23,4%, Asam lemak oleat=22,9%.
12. Tepung Daun Turi
Kelemahannya: mengandung senyawa beracun : asam biru (HCN), lusein, dan alkoloid-alkoloid lainnya. Kandungan gizinya: Protein=27,54%, Lemak=4,73%, Karbohidrat=21,30%, Abu=20,45%, Serat kasar=14,01%, Air=11,97 %.
13. Tepung Daun Lamtoro
Kelemahannya: mengandung mimosin, dalam pemakaiannya < 5% saja. Kandungan gizinya: Protein=36,82%, Lemak=5,4%, Karbohidrat=16,08%, Abu=1,31%, Serat kasar=18,14%, Air=8,8%.
14. Tepung Daun Ketela Pohon
Kelemahannya: racun HCN/asam biru. Kandungan gizi: Protein=34,21%, Lemak=4,6%, Karbohidrat=14,69%, Air=0,12.
15. Isi Perut Besar Hewan Memamah biak
Bahan: dari rumah pemotongan ternak. Cara pembuatan: dikeringkan, digiling sampai menjadi tepung. Kandungan gizinya: Protein=8,39%, Lemak=5,54%, Karbohidrat=33,51%, Abu=17,32%, Serat kasar=20,34%, Air=14,9%, Nilai ubah=2.
C. Bahan Tambahan
1. Vitamin dan Mineral
Cara memperoleh: dari toko penjual makanan ayam (poultry shop) yang sudah dikemas dalam bentuk premiks (premix).
Premix tersebut mengandung vitamin, mineral, dan asam-asam amino tertentu.
Contoh-contoh merek dagang:
§ Top mix: mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), 2 asam amino essensial (metionin dan lisin) dan 6 mineral (Mn, Fe, J, Zn, Co dan Cu), serta antioksidan (BHT)
§ Rhodiamix: mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), asam amino essensia metionin, dan 8 mineral (Mg, Fe, Mo, Ca, J, Zn, Co dan Cu), serta antioksidan.
§ Mineral B12: mengandung tepung tulang, CaCO3, FeSO4, MnSO4, KI, CuSO4, dan ZnCO3, serta vitamin B12 (sianokobalamin).
§ Merek lain: Aquamix, Rajamix U, Pfizer Premix A, Pfizer Premix B.
Penggunaannya : Untuk ikan 1-2% dan untuk udang 10-15%.
2. Garam Dapur (NaCl)
Fungsi: sebagai bahan pelezat (gurih), mencegah terjadinya proses pencucian zat-zat lain yang terdapat dalam ramuan makanan ikan. Penggunaannya cukup 2%.
3. Bahan Perekat
Contoh bahan perekat: agar-agar, gelatin, tepung terigu, tepung sagu, dll. Yang paling baik adalah tepung kanji dan tapioka. Penggunaannya cukup 10%.
4. Antioksidan
Bahan: fenol, vitamin E, vitamin C, etoksikulin (1,2dihydro-6-etoksi-2,2,4 trimethyquinoline), BHT (butylated hydroxytoluena), dan BHA (butylated hydroxyanisole).
Penggunaannya: etoksikulin 150 ppm, BHT dan BHA 200 ppm.
5. Ragi dan Ampas Bir
Ragi adalah sejenis cendawan yang dapat merubah karbohidrat menjadi alkohol dan CO2.
Macam ragi: ragi tape, ragi roti, dan bir.
Kandungan gizi: Protein=59,2%, Lemak=0, Karbohidrat=38,93%, Abu=4,95%, Serat kasar=0, Air=6,12%.
Ampas bir merupakan limbah pengolahan bir.
Kandungan gizinya: Protein=25,9%, Serat kasar=15%
Penggunaannya: ampas bir basah 3-6% dan kering 10%.
Minggu, 24 Oktober 2010
Perikanan UNIROW Sejarah KKP
Sejarah Terbentuknya
Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Sejak era reformasi bergulir di tengah percaturan politik Indonesia, sejak itu pula perubahan kehidupan mendasar berkembang di hampir seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti merebaknya beragam krisis yang melanda Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satunya adalah berkaitan dengan Orientasi Pembangunan. Dimasa Orde Baru, orientasi pembangunan masih terkonsentrasi pada wilayah daratan.
Sektor kelautan dapat dikatakan hampir tak tersentuh, meski kenyataannya sumber daya kelautan dan perikanan yang dimiliki oleh Indonesia sangat beragam, baik jenis dan potensinya. Potensi sumberdaya tersebut terdiri dari sumberdaya yang dapat diperbaharui, seperti sumberdaya perikanan, baik perikanan tangkap maupun budidaya laut dan pantai, energi non konvensional dan energi serta sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui seperti sumberdaya minyak dan gas bumi dan berbagai jenis mineral. Selain dua jenis sumberdaya tersebut, juga terdapat berbagai macam jasa lingkungan lautan yang dapat dikembangkan untuk pembangunan kelautan dan perikanan seperti pariwisata bahari, industri maritim, jasa angkutan dan sebagainya. Tentunya inilah yang mendasari Presiden Abdurrahman Wahid dengan Keputusan Presiden No.355/M Tahun 1999 tanggal 26 Oktober 1999 dalam Kabinet Periode 1999-2004 mengangkat Ir. Sarwono Kusumaatmaja sebagai Menteri Eksplorasi Laut.
Selanjutnya pengangkatan tersebut diikuti dengan pembentukan Departemen Eksplorasi Laut (DEL) beserta rincian tugas dan fungsinya melalui Keputusan Presiden Nomor 136 Tahun 1999 tanggal 10 November 1999 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Departemen. Ternyata penggunaan nomenklatur DEL tidak berlangsung lama karena berdasarkan usulan DPR dan berbagai pihak, telah dilakukan perubahan penyebutan dari Menteri Eksplorasi Laut menjadi Menteri Eksplorasi Laut dan Perikanan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145 Tahun 1999 tanggal 1 Desember 1999. Perubahan ini ditindaklanjuti dengan penggantian nomenklatur DEL menjadi Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan (DELP) melalui Keputusan Presiden Nomor 147 Tahun 1999 tanggal 1 Desember 1999.
Dalam perkembangan selanjutnya, telah terjadi perombakan susunan kabinet setelah Sidang Tahunan MPR tahun 2000, dan terjadi perubahan nomenklatur DELP menjadi Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sesuai Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000 tanggal 23 November 2000 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Wewenang, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Departemen.
Kemudian berubah menjadi Kementrian Kelautan dan Perikanan sesuai dengan Peraturan Presiden No. 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, maka Nomenklatur Departemen Kelautan dan Perikanan menjadi Kementerian Kelautan dan Perikanan, sedangkan struktur organisasi pada Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak mengalami perubahan.
Dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Presiden Nomor 165 Tahun 2000 tersebut, pada November 2000 telah dilakukan penyempurnaan organisasi DKP. Pada akhir tahun 2000, diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 177 Tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tugas Departemen, dimana organisasi DKP yang baru menjadi :
a. Menteri Kelautan dan Perikanan;
b. Sekretaris Jenderal;
c. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap;
d. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;
e. Direktorat Jenderal Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;
f. Direktorat Jenderal Peningkatan Kapasitas Kelembagaan dan Pemasaran;
g. Direktorat Jenderal Pesisir dan Pulau-pulau Kecil;
h. Inspektorat Jenderal;
i. Badan Riset Kelautan dan Perikanan;
j. Staf Ahli.
Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Preaturan Presiden Nomor 94 Tahun 2006, maka struktur organisasi KKP menjadi :
a. Menteri Kelautan dan Perikanan;
b. Sekretaris Jenderal;
c. Inspektorat Jenderal;
d. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap;
e. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya;
f. Direktorat Jenderal Pengawasan & Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan;
g. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan;
h. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil;
i. Badan Riset Kelautan dan Perikanan;
j. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan;
k. Staf Ahli.
Tebentuknya Kementrian Kelautan dan Perikanan pada dasarnya merupakan sebuah tantangan, sekaligus peluang bagi pengembangan sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Artinya, bagaimana KKP ini menempatkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu sektor andalan yang mampu mengantarkan Bangsa Indonesia keluar dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. Setidaknya ada beberapa alasan pokok yang mendasarinya.
Pertama, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.508 dan garis pantai sepanjang 81.000 km tidak hanya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia tetapi juga menyimpan kekayaan sumberdaya alam laut yang besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Kedua, selama beberapa dasawarsa, orientasi pembangunan negara ini lebih mangarah ke darat, mengakibatkan sumberdaya daratan terkuras. Oleh karena itu wajar jika sumberdaya laut dan perikanan tumbuh ke depan.
Ketiga, dikaitkan dengan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatnya kesadaran manusia terhadap arti penting produk perikanan dan kelautan bagi kesehatan dan kecerdasan manusia, sangat diyakini masih dapat meningkatkan produk perikanan dan kelautan di masa datang. Keempat, kawasan pesisir dan lautan yang dinamis tidak hanya memiliki potensi sumberdaya, tetapi juga memiliki potensi bagi pengembangan berbagai aktivitas pembangunan yang bersifat ekstrasi seperti industri, pemukiman, konservasi dan lain sebagainya.
sumber : DKP
Sabtu, 23 Oktober 2010
Diseases Shrimp Aquaculture Perikanan Unirow Tuban
Diases
There are a variety of lethal viral diseases that affect shrimp.[16] In the densely populated, monocultural farms such virus infections spread rapidly and may wipe out whole shrimp populations. A major transfer vector of many of these viruses is the water itself; and thus any virus outbreak also carries the danger of decimating shrimp living in the wild.
Penyakit Yellowhead disease, called Hua leung in Thai, affects P. monodon throughout Southeast Asia.[17] It had been reported first in Thailand in 1990. The disease is highly contagious and leads to mass mortality within 2 to 4 days. The cephalothorax of an infected shrimp turns yellow after a period of unusually high feeding activity ending abruptly, and the then moribund shrimp congregate near the surface of their pond before dying.[18]
Penyakit Whitespot syndrome is a disease caused by a family of related viruses. First reported in 1993 from Japanese P. japonicus cultures,[19] it spread throughout Asia and then to the Americas. It has a wide host range and is highly lethal, leading to mortality rates of 100% within days. Symptoms include white spots on the carapace and a red hepatopancreas. Infected shrimp become lethargic before they die.[20]
Penyakit Taura syndrome was first reported from shrimp farms on the Taura river in Ecuador in 1992. The host of the virus causing the disease is P. vannamei, one of the two most commonly farmed shrimp. The disease spread rapidly, mainly through the shipping of infected animals and broodstock. Originally confined to farms in the Americas, it has also been propagated to Asian shrimp farms with the introduction of L. vannamei there. Birds are thought to be a route of infection between farms within one region.[21]
Infectious hypodermal and hematopoietic necrosis (IHHN) is a disease that causes mass mortality among P. stylirostris (as high as 90%) and severe deformations in L. vannamei. It occurs in Pacific farmed and wild shrimp, but not in wild shrimp on the Atlantic coast of the Americas.[22]
There are also a number of bacterial infections that are lethal to shrimp. The most common is vibriosis, caused by bacteria of the Vibrio species. The shrimp become weak and disoriented, and may have dark wounds on the cuticle. The mortality rate can exceed 70%. Another bacterial disease is necrotising hepatopancreatitis (NHP); symptoms include a soft exoskeleton and fouling. Most such bacterial infections are strongly correlated to stressful conditions, such as overcrowded ponds, high temperatures, and poor water quality, factors that positively influence the growth of bacteria. Treatment is done using antibiotics.[23] Importing countries have repeatedly placed import bans on shrimp containing various antibiotics. One such antibiotic is chloramphenicol, which has been banned in the European Union since 1994, but continues to pose problems.[24]
With their high mortality rates, diseases represent a very real danger to shrimp farmers, who may lose their income for the whole year if their ponds are infected. Since most diseases cannot yet be treated effectively, the industry's efforts are focused on preventing disease outbreak in the first place. Active water quality management helps avoid poor pond conditions favorable to the spread of diseases, and instead of using larvae from wild catches, specific pathogen free broodstocks raised in captivity in isolated environments and certified not to carry diseases are used increasingly.[25] To avoid introducing diseases into such disease-free populations on a farm, there is also a trend to create more controlled environments in the ponds of semi-intensive farms, such as by lining them with plastic to avoid soil contact, and by minimizing water exchange in the ponds.[6]
Jumat, 22 Oktober 2010
Pengumuman CPNS Perikanan
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA
PENGUMUMAN
Nomor B.598/SJ.2/KP.310/IX/2010
TENTANG
PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
TAHUN 2010
Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Tahun 2010 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 237 Tahun 2010 Tanggal 20 September 2010 mendapat Tambahan Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) untuk pelamar umum, yang akan ditempatkan/ditugaskan untuk mengisi kekosongan jabatan pada Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan ketentuan sebagai berikut :
A. PERSYARATAN UMUM
1. Warga Negara Indonesia;
2. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap karena melakukan suatu tindak pidana kejahatan;
3. Tidak pernah diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, pegawai perusahaan atau pegawai swasta;
4. Tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS atau Calon/Anggota TNI/POLRI serta tidak sedang menjalani ikatan kerja dengan perusahaan atau suatu anggota profesi lainnya;
5. Tidak sedang menjalani pendidikan formal;
6. Berkelakuan baik;
7. Sehat jasmani dan rohani;
8. Tidak menjadi anggota dan atau pengurus partai politik;
9. Usia serendah-rendahnya 18 tahun pada tanggal 1 Oktober 2010 dan setinggi-tingginya 35 tahun pada tanggal 31 Desember 2010;
10. Tingkat Pendidikan:
a. Pascasarjana (S2), dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00;
b. Sarjana (S1)/Diploma IV, dan Diploma III, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75;
untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang Terakreditasi dari BAN-PT.
Apabila di dalam ijazah atau transkrip akademik tidak tertera “Terakreditasi” wajib melampirkan Surat Keterangan dari PTS yang bersangkutan.
c. Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri;
d. Khusus bagi pelamar memilih :
1) Jabatan Peneliti IPK Minimal = 3,00
2) Jabatan Guru IPK Minimal = 3,00 untuk lulusan PTS yang terakreditasi A, minimal 2,75 untuk lulusan PTN/PT yang diselenggarakan oleh pemerintah
3) Jabatan Dosen IPK Minimal = 3,00
11. Bersedia ditempat tugaskan di mana saja di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kamis, 23 September 2010
Perikanan unirow tuban SK POSDAYA KKN Unirow
PEMERINTAHAN KABUPATEN TUBANMENIMBANG MENGINGAT MEMPERHATIKAN MENETAPKAN PERTAMA KEDUA KETIGA KEEMPAT | : : : : | Bahwa untuk menjamin terlaksananya kegiatan Pemberdayaan Keluarga perlu di bentuk Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) beserta susunan pengurusnya. 1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Desa 2. Peraturan Pemerintah No 72 Tahun 2005 tentang Desa 3. Peraturan Menteri dalam Negeri No 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan 4. Keputusan Menteri Dalam Negeri No 53 Tahun 2000 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Hasil Musyawarah Desa tanggal 26 Juli 2010 MEMUTUSKAN |
Perikanan Unirow Tuban Updated
Dalam pencarian tentang perikanan Unirow Tuban, berikut ini adalah data yang berhasil saya himpun untuk Perikanan Unirow Tuban.
-
Perikanan Unirow Tuban: kuliah tamu perikanan unirow tuban
Tips : Komputer Aman Dari Virus - : Sekarang dah banyak kok antivirus baik luar maupun Lokal yang gratis tapi Tidak kalah bagus dengan Unirow
-
Perikanan Unirow Tuban: perikanan tuban
perikanan di kota tuban jawa timur sangat maju sekali di semua bidang. 1. Di bidang budidaya perikanan kabupaten tuban dalam bidang budidaya ...
-
Perikanan Unirow Tuban: perikanan Unirow Tuban
daffa mengatakan... 1. Target Pasar Permintaan pasar lobster air tawar di dalam negeri bisa dikatakan cukup tinggi. Hal ini disebabkan oleh Perikanan Unirow Tuban belum siap.
-
Perikanan Unirow Tuban: budidaya parikanan
Rabu, 11 Agustus 2010
KKN UNIROW TUBAN
Unirow Menjadi Agen Perubahan bagi Masyarakat Desa
08 May 2010
UNIVERSITAS PGRI Rong-golawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur, sekitar tiga tahun terakhir ini telah menerapkan pola pemberdayaan masyarakat melalui pos-pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) yang dirancang oleh Yayasan Damandiri.
Rektor Unirow Drs Hadi Tugur, MPd, MM, mengatakan dalam dua bulan ini pihaknya akan memfasilitasi pembentukan 100 Posdaya di sekitar 50 desa tertinggal. Unirow juga akan menurunkan 1.000 mahasiswa untuk melakukan kuliah kerja nyata (KKN) tematik Posdaya."Mahasiswa KKN akan dibagi dua gelombang. KKN tematik Posdaya ini sangat efektif karena pola pemberdayaan yang dibangun bersama-sama sesuai dengan kemampuan masyarakat,"kata Hadi kepada Pelita saat berada di Jakarta, Rabu (5/5).
Ukuran keberhasilan mahasiswa KKN, kata dia. bisa dilihat dari hasil kerja yang ditinggalkan oleh para mahasiswa. Hasil kerja itu, bisa berupa fisik misalnya MCK (tempat buang air besar) atau perubahan pola pikir masyarakat desa yang lebih maju.Menurut Hadi, kondisi secara umum masyarakat desa di Tuban masih sangat miskin. Bahkan untuk mengenyam pendidikan dan memenuhi kebutuhan kesehatan pun masih sulit."Sehingga yang perlu digarap adalah mengubah mindset masyarakat di akar rumput ini agar memiliki semangat untuk memberdayakan dirinya dan keluarganya." kata Hadi.
Hadi mengaku beruntungmenjalin kemitraan dengan Yayasan Damandiri, karena banyak program-program pemberdayaan yang sebelumnya tidak terpikirkan,ternyata melalui Posdaya sangat banyak yang bisa digali untuk memberdayakan masyarakat."Program Damandiri sistematis dan lebih mudah diikuti. Pola KKN tematik Posdaya sangat tepat karena bisa dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Pihak kampus selama ini memberikan pengetahuan, motivasi, dan membangun entre-prenuership," ujarnya.Anjuran Ketua Yayasan Damandiri untuk beternak lele di halaman rumah dan menanam tanaman bergizi, menurut Hadi, sangat membantu meringankan beban keluarga untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
"Kalau dari pihak kampus, kami memberi tanaman buah-buahan seperti manggayang cepat berbuah. Selain untuk penghijauan, buahnya bisa dipanen secara berkala untuk kebutuhan keluarga," ujarnya.Hadi mengatakan saat ini tahapan pemberdayaan di sejumlah desa di Tuban masih dalam tahapan mengubah pola pikir bahwa untuk meraih kesuksesan Itu harus melalui kerja keras dan bergotongroyong."Setiap tiga tahun kami akan evaluasi sejauh mana keberhasilan KKN mahasiswa dan kemajuan dari Posdaya. Tetapi kami secara terus menerus akan membentuk Posdaya-Posdaya baru bersama masyarakat. Kami juga akan mendatangkan dosen pembina Posdaya dari wilayah lain seperti dari IPB Bogor dan UST Yogyakarta," kata Hadi.(dew)
Rabu, 21 Juli 2010
Susunan kepengurusan
SUSUNAN KEPENGURUSAN
KKN KELOMPOK DESA PENIDON
UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE TUBAN
( UNIROW )
DESA : PENIDON
KECAMATAN : PLUMPANG
Ketua : Faris Al Habib
Wakil Ketua : Mul Hariyono
Sekretaris : Muhajir
Wakil Sekretaris : Siti Rofi'atun
Bendahara : Nina Amalia
Wakil Bandahara : Farida Widiastutik
Humas : Ahmad Aminudin
Vitaroma Handayani
Kabid Keagamaan : Moch. Rohman Avandi
Kabid Lingkungan : Galuh Wahyu P
Kabid Pendidikan : Win Sunarti
Kabid Kesehatan : Rustiani
Kabid Ekonomi : Abdul Ghofur
KAbid Kegiatan Desa: Siti Muzaitun