Rabu, 11 Agustus 2010

PAKAN IKAN

PROSES PEMBUATAN PAKAN SECARA SEDERHANA


Teknologi pembuatan pakan mengalami perubahan yang substansial dalam beberapa tahun terakhir. Enam puluh tahun yang lalu pencampuran bahan baku pakan dilakukan di lantai gudang dengan menggunakan sekop. Selanjutnya pencampuran beberapa bahan pakan menggunakan tangan, kemudian “pencampuran mekanis”, “pencampuran kontinyu”, dan sekarang “pencampuran yang dikontrol oleh komputer”. Tapi konsep dasar pencampuran tidak lepas dari pertimbangan “nutrisi yang berimbang”.

Pada pabrik pakan proses yang terjadi secara berturut-turut adalah :

- Penurunan ukuran partikel

- Pencampuran awal (pre-mixing)

- Pelleting

- Pengemasan.

Penurunan ukuran partikel dilakukan oleh suatu “hammer-mill” yang akan menurunkan ukuran partikel menjadi ukuran yang dikehendaki. Dalam proses pembuatan pakan ikan, terdapat 2 proses pencampuran, yaitu pencampuran bahan-bahan yang berjumlah kecil (pre-mixing) dan pencampuran lain, yaitu melibatkan semua komponen pakan. Bahan-bahan yang berjumlah kecil (micro-ingredient) antara lain adalah vitamin dan mineral-mineral yang esensial tapi diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit, sehingga diperlukan “bahan pengisi”, yang berat jenisnya mendekati bahan-bahan mikro tadi. Pada saat pencampuran, jumlah bahan baku yang digunakan akan dikontrol oleh komputer. Setelah bercampur, adonan akan mengalir ke saringan dengan diameter tertentu. Pada saat itu, uap air akan bercampur dengan adonan sehingga memudahkan untuk dicetak. Setelah pellet keluar dari saringan dalam kondisi panas dan mengandung uap-uap air, maka pelet akan melewati mesin pendingin untuk menjamin suhu pellet yang tercetak sudah dingin sehingga dapat langsung di kemas. Remahan yang tersisa akan mengalir ke mesin pencetak kembali. Proses pengemasan yang terjadi pada pabrik pakan meliputi : penimbangan, pengemasan, perekatan, pengkodean dan penjahitan

Contoh Cara Kerja :

Akan dibuat pakan buatan untuk udang dengan bahan baku seperti pada contoh (penghitungan formulasi).

1. Alat :- Mesin penepung

- Mesin pengayak

- Timbangan

- Mesin pencampur

- Mesin pencetak pelet

- Mesin pengering

- Wadah-wadah plastik, panci

- Sendok, spatula kayu

- Lap

- Kompor

- Tampah

- Kertas sticker

2. Bahan :

- Tepung ikan

- Bungkil kedelai

- Dedak

- Tepung tapioka

- Vitamin dan mineral

3. Langkah kerja :

a. Penghalusan bahan baku

- Setiap bahan digiling menggunakan mesin penepung.

- Setelah digiling, setiap bahan baku diayak agar ukurannya

seragam.

- Bahan baku yang tertahan dapat dihaluskan kembali

menggunakan mesin penepung.

- Simpan di wadah-wadah plastik dan diberi nama.

b. Penimbangan bahan baku

- Sesuai dengan perhitungan terdahulu dalam penyusunan formulasi, dapat diketahui berapa % bahan yang akan digunakan.

- Hitung berapa jumlah bahan yang akan digunakan.

- Timbanglah sesuai dengan kebutuhan.

- Simpan dalam wadah plastik dan beri nama.

.c. Pencampuran bahan baku

- Campurlah bahan yang sedikit dahulu, baru kemudian yang banyak.

- Untuk pakan udang seperti contoh, urutan pencampuran adalah : vitamin dan mineral, kedelai, tepung ikan, dedak dan tepung tapioka.

- Campurlah dengan menggunakan mixer yang bertutup.

d. Pencetakan pakan

- Untuk mencetak pakan, baik berupa pelet, flake atau remahan, prinsipnya adalah sama, yaitu penambahan bahan perekat (binder) agar teksturnya kompak dan memiliki ketahanan dalam air untuk beberapa lama.

- Ketahanan dalam air untuk ikan berbeda-beda. Untuk ikan mas, nila dan ikan-ikan yang aktif pada saat diberi makan, maka ketahanannya cukup 1 jam. Sedangkan untuk pakan udang, harus lebih lama lagi yaitu sekitar 2 – 3 jam sesuai dengan kebiasaan makannya.

- Siapkan binder yang di masak dengan air, sehingga berbentuk seperti lem, kemudian sedikit-sedikit campurkan bahan-bahan.

- Masukan kedalam mesin pencetak, lalu dicetak dengan ukuran yang dikehendaki.

- Untuk pakan yang berbentuk flake, adonannya digiling terlebih dahulu, baru dikeringkan menggunakan mesin pengering.

e. Pengeringan pakan

- Pada pabrik pakan skala besar, pada umumnya mesin pengering sudah terintegrasi dengan mesin pencetak, sedangkan pabrik pakan skala rumah tangga, pengeringannya dilakukan dengan tenaga surya.

- Aturlah pelet pada nyiru atau di lantai yang beralas kayu. Biarkan terjemur matahari, setelah 2 jam, pelet dapat dibalik, agar pengeringan merata.

- Apabila kadar pelet tinggal 10% yang ditandai dengan mudahnya pelet dipatahkan tapi tidak hancur, maka pelet sudah waktunya di angkat dan di kemas.

Tahap awal dari proses pembuatan pakan adalah grinding, yang dilakukan untuk memperoleh bahan baku yang seragam dengan ukuran.

1 komentar:

  1. SAya sangat tertarik dan terbantu dengan artikel ini... Saya ingin mendapatkan lebih jelas tentang bahan baku pakan ikan terutama ikan mas.... Insya Allah saya akan mencoba berbuka wira usaha pakan ikan mas... Kalau anda tidak keberatan tolong dikirim bahan baku utama untuk pakan ikan mas berikut cara pengolahannya... Tolong di kirim ke hasbi_nurdiansah2004@yahoo.com Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih banyak, semoga artikel anda sangat berarti bagi saya... Terima kasih

    BalasHapus

silahkan tinggalkan komentar anda sebelum anda meninggalkan blog ini. ^_^