Rabu, 22 Desember 2010

Perikanan Budidaya

  • DJPB - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

    DJPB! - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. ... Budidaya yang Sesuai dengan Potensi Perikanan di Jawa Tengah.

  • Perikanan - Budidaya Ikan Lele

    TTG BUDIDAYA PERIKANAN. BUDIDAYA IKAN LELE ( Clarias ). 1. SEJARAH SINGKAT Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang dan kulit gelap.

  • Label Organik dalam Perikanan Budidaya

    Label organik dalam perikanan budidaya diperlukan karena banyaknya kegiatan yang bersifat unsustainable aquaculture, baik dari segi ekonomi dan geologi.

  • fishblogs

    Perikanan budidaya di Jawa Tengah saat ini didominasi oleh usaha skala besar Oleh karena itu, pemanfaaatan sumberdaya perikanan budidaya yang sangat besar dan belum di manfaatkan secara optimal.

  • Budidaya Perikanan - Sentra Informasi IPTEK

    TTG - BUDIDAYA PERIKANAN. Edisi 2 - Maret 2001. A. IKAN AIR TAWAR Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian. Dinas Perikanan Propinsi DIY.

  • REPUBLIK INDONESIA - Daerah Di Minta Tingkatkan Perikanan Budidaya

    Demikian di sampaikan oleh Menteri Perikanan dan Kelautan RI Fadel Muhammad saat membuka Forum Akselerasi Pembangunan Perikanan Budidaya.

  • Perikanan Budidaya Meningkatkan Produksi 20% « kliping dunia ikan

    Perikanan budidaya kelak harus mampu meningkatkan konstribusinya secara nyata terhadap sektor perikanan secara keseluruhan.

  • ANTARA News: Cuaca Buruk Sulitkan Perikanan Budidaya

    Cuaca buruk memiliki dampak pada sektor perikanan di wilayah Indonesia, terutama pada sejumlah perikanan budidaya yang memerlukan kualitas air yang baik.

  • Perikanan Budidaya Lepas Pantai Belum Akan Dikembangkan

    Kementerian Kelautan hingga saat ini belum akan mengembangkan perikanan budidaya lepas pantai (offshore), sebaliknya semakin mengintensifkan perikanan budidaya air payau dan air tawar.

  • Pusat Riset Perikanan Budidaya

  • Tahun 2002 merupakan titik awal dari perkembangan riset di bidang perikanan budidaya, sejalan dengan adanya pemekaran Puslitbang Eksplorasi Laut dan pantai.

  • Berita untuk perikanan budidaya
  • Selain udang, target perikanan tercapai
    1 hari yang lalu

    Produksi itu disumbang oleh produksi perikanan tangkap seberat 4,27 juta ton dan seberat 4,28 juta ton dari perikanan budidaya. Direktur Jenderal Perikanan.

  • Selasa, 21 Desember 2010

    Budidaya tambak udang windu organic Perikanan Tuban

    image Persiapan tambak

    1. Pengeringan tambak.
    2. Ukur pH tanah dasar, usahakan pH 7 bila kurang lakukan penebaran kapur sesuai dosis anjuran.
    3. Tebar kompos 10 - 100 gr / m2 tergantung kesuburan lahan.
    4. kendalikan keong dengan basmi keong ( molusikida organic ).
    5. isi air tambak minimal 50 cm ( di pelataran ).
    6. Tebar SOZOFM – 2 dosis 10 botol , lalu diamkan 2 minggu.
    7. lakukan penanggulangan hewan pesaing di hari ke 12, dengan memakai saponen sesuai dosis anjuran.
    8. lakukan penebaran SOZOFM – 2 dosis 5 botol / ha, isi kolam sampai penuh.
    9. hari ke 14 benur sudah siap ditebar.
    10. Lakukan control air kolam minimal 2 kali seminggu pH dan temperature agar kualitas air dapat terpantau baik.
    11. pengulangan penebaran SOZOFM – 2 setiap 2 minggu sekali sebanyak 5 botol / ha.

    Yang perlu diperhatikan saat budidaya adalah kualitas air, dimana penurunan kualitas air biasanya di sebabkan beberapa factor, seperti :

      • Pembusukan sisa limbah organic dari kotoran udang.
      • Pembusukan klekap.
      • Pembusukan sisa kulit udang hasil dari moulting ( ganti kulit ).
      • Air terlalu dangkal, sehingga suhu air terlalu tinggi disiang hari dan terlalu dingin dimalam hari, menyebabkan udang stress.

    Peranan SOZOFM – 2 pada budidaya udang windu organic :

    1. Pembusukan sisa limbah kotoran udang, klekap, dan pembusukan sisa kulit udang dapat diatasi karena SOZOFM – 2 mengandung lactobacillus 106, yang mampu mengurai bahan- bahan tersebut menjadi mineral volume kecil, yang akan diserap oleh Plankton, phytoplankton akan menghasilkan oxygen saat berphotosintesa disiang hari sehingga kandungan oxygen terlarut akan meningkat, Zooplankton akan menjadi pakan alami udang dengan sangat melimpah.
    2. Meningkatkan metabolisme pencernaan udang sehingga pakan alami yang dikonsumsi akan terserap secara optimal, sehingga sisa limbah berupa faeces tidak mengandung protein lagi, sehingga aman bagi lingkungan perairan, sehingga kualitas air tetap baik.
    3. Kandungan asam amino ,asam lemak organic mampu meningkatkan daya tahan tubuh udang dari stress terhadap tekanan lingkungan yang kurang bagus, sehingga pertumbuhannya tetap baik.
    4. Meningkatkan citarasa daging udang dan daya tahan simpan pasca panen.

    Selasa, 23 November 2010

    JUDUL SKRIPSI TERBARU

     

    1. Download Kumpulan Jurnal Proposal Contoh Judul Skripsi Gratis FULL

      Layanan Membership Kumpulan Skripsi, Tesis, Tugas Kuliah Secara Online dan Full Content dalam Words dan PDF File.

    2. 100 JUDUL SKRIPSI

      tolong krimkan judul skripsi tentang metode pembeljaran dan ptk hamdani ... kirimkanlah judul skripsi pendidikan biologi.. terima kasih ...

    3. Kumpulan Judul Skripsi - Thesis Gratis

      Gratis 100% Proposal dari Ratusan judul Tugas Akhir, Skripsi Thesis bidang kajian ekonomi manajemen, akuntansi, hukum dan fisip untuk referensi penulisan ...

       

    4. Skripsi FE

      Dengan adanya website ini diharapkan mahasiswa dan mahasiswi dapat menyusun skripsi, thesis dan tugas akhirnya dengan mengambil sebagian dari judul, ...

    5. Judul Skripsi Manajemen « Smart Life

      ada judul skripsi tentang manajemen keuangan,investasi dan pasar modal? ... bang tolong carikan judul skripsi manajemen SDM yang ...

    6. Download skripsi, skripsi informatika, skripsi ekonomi, Judul ...

      Download 1.200 Skripsi Full Content Siap Anda Pakai, Judul Skripsi Semua Jurusan. Tugas akhir terbaru lengkap mulai dari bab I sampai daftar pustaka, ...

    7. Referensi Mahasiswa Indonesia | NGAMPUS.COM

      Friends. Info Beasiswa · Judul Skripsi ... SKRIPSI PENGARUH PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI TERHADAP PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT KUSTA ...

    8. skripsi, judul skripsi, contoh skripsi, skripsi akuntansi, skripsi

      Skripsi akuntansi, skripsi manajemen, judul skripsi, contoh skripsi, dan banyak lagi.

       
    9. INDOSKRIPSI | Kumpulan Skripsi Online Full Content

      Kumpulan skripsi semua jurusan, file lengkap, download skripsi, tugas kuliah, penelitian, makalah dan semua koleksi judul skripsi. Skripsi Gratis dan panduannya

    10. PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI

      oleh Amekuedee ini mengambil judul “An Evaluation of Library Automation in Some one “Panduan Penulisan Skripsi”. Yogyakarta: Fakultas Adab UIN “Sunan Bonang

    Senin, 22 November 2010

    Budidaya Ikan Cupang Peluang Usaha Baru

      ikan cupang_perikanan unirowBudidaya Ikan Cupang

    Peluang usaha baru dalam dunia budidaya air tawar yaitu budidaya ikan cupang yang sangat menjanjikan Untuk membudiayakan atau mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

    Wadah Budidaya

    Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

    Ciri-ciri khusus

    Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
    Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

    Umur ± 4 bulan
    Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
    Gerakannya agresif dan lincah.
    Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

    Ciri-ciri ikan betina :

    Umur telah mencapai +- 4 bulan
    Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
    Gerakannya lambat.
    Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
    kondisi badan sehat.

    Pemijahan dan perawatan ikan

    Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :

    1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
    2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 - 30 Cm.
    3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
    4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
    5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
    6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
    7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.

    Pembesaran anak

    1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
    2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
    3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
    4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
    5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.

    Pasca Panen

    Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

    POSDAYA MINAMAKMUR PEMBUATAN PAKAN IKAN SENDIRI

     

    KKN PENIDON Bahan-Bahan Untuk Pakan Buatan

    A. Bahan Hewani

    1. Tepung Ikan
    Bahan baku tepung ikan adalah jenis ikan rucah (tidak bernilai ekonomis) yang berkadar lemak rendah dan sisa-sisa hasil pengolahan. Ikan difermentasikan menjadi bekasem untuk meningkatkan bau khas yang dapat merangsang nafsu makan ikan. Lama penyimpanan < 11-12 bulan, bila lebih dapat ditumbuhi cendawan atau bakteri, serta dapat menurunkan kandungan lisin yang merupakan asam amino essensial yang paling essensial sampai 8%. Kandungan gizi: protein=22,65%; lemak=15,38%; Abu=26,65%; Serat=1,80%; Air=10,72%; Nilai ubah=1,5–3.
    Cara pembuatannya:

    a) Ikan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas.

    b) Air perasan ditampung untuk dibuat petis/diambil minyaknya.

    c) Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.

    2. Tepung Rebon dan Benawa
    Rebon adalah sejenis udang kecil yang merupakan bahan baku pembuatan terasi. Benawa adalah anak kepiting laut. Rebon dan Benawa muncul pada awal musim hujan di sekitar muara sungai, mengerumuni benda yang terapung.
    Cara pembuatan:

    a) Bahan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas;

    b) Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.

    Kandungan gizi: Protein: Udang rebon=59,4% (udang rebon), 23,38% (benawa); Lemak =3,6% (Udang rebon), 25,33% (Benawa); Karbohidrat 3,2% (Udang rebon), 0,06% (benawa); Abu=11,41% (Benawa); Serat=11,82% (Benawa); Air=21,6% (Udang rebon); 5,43% Benawa ,Nilai ubah: Benawa=4–6

    3. Tepung Kepala Udang

    Bahan yang digunakan adalah kepala udang, limbah pada proses pengolahan udang untuk ekspor. Cara pembuatannya:

    a) Bahan direbus, dijemur sampai kering dan digiling;

    b) Tepung diayak untuk membuang bagian-bagian yang kasar dan banyak mengandung kitin.

    Kandungan gizinya: Protein= 53,74%; Lemak= 6,65%; Karbohidrat= 0%; Abu= 7,72%; Serat kasar= 14,61%; Air= 17,28%.

    4. Tepung Anak Ayam

    Bahan: anak ayam jantan dari perusahaan pembibitan ayam petelur. Cara pembuatan:

    a) Anak-anak ayam dimatikan secara masal, bulu-bulunya dibakar dengan lampu semprot. Kemudian direbus sampai kaku (setengah masak).

    b) Diangin-anginkan sampai kering dan digiling beberapa kali sampai halus. Hasil gilingan yang masih basah disebut pastadan dapat langsung digunakan.

    c) Pasta dapat dikeringkan dan digiling menjadi tepung.

    Kandungan gizinya: Protein=61,65%, Lemak=27,30%, Abu=2,34%, Air=8,80%, Nilai ubah=5–8. Juga mengandung hormon, enzim, vitamin, dan mineral yang dapat merangsang nafsu makan dan pertumbuhan.

    5. Tepung Kepompong Ulat Sutra

    Bahan: kepompong ulat sutra yang merupakan limbah industri pemintalan benang sutra alam. Kandungan gizinya: Protein= 46,74%, Lemak= 29,75%, Abu= 4,86%, Serat= 8,89%, Air= 9,76%, Nilai ubah= 1,8.

    6. Ampas Minyak Hati Ikan

    Bahan: amapas hati ikan yang telah diperas minyaknya. Cara pembuatannya:

    a) digunakan sebagai pasta, karena kandungan lemaknya tinggi, sehingga sukar dikeringkan.

    b) Digiling halus sampai bentuknya seperti pellet.

    Kandungan gizinya: Protein= 25,08%, lemak= 56,75%, Abu= 6,60%, Air=12,06%, Nilai ubah= 8.

    7. Tepung Darah

    Bahan: darah, limbah dari rumah pemotongan ternak. Cara pembuatannya:

    a) darah beku yang masih mentah dimasak dan dikeringkan

    b) kemudian digiling menjadi tepung.

    Kandungan gizinya: Protein= 71,45%, Lemak= 0,42%,Karbohidrat= 13,12%, Abu= 5,45%, Serat= 7,95%, Air= 5,19. Proteinnya sukar dicerna, sehingga penggunaannya untuk ikan < 3% dan untuk udang < 5%.

    8. Silase Ikan

    Bahan: ikan rucah dan limbah pengolahan.

    Silase adalah hasil olahan cair dari bahan baku asal ikan/limbahnya.

    Cara pembuatan:

    a) Bahan dicuci, dicincang kecil-kecil, kemudian digiling. Hasil gilingan direndam dalam larutan asam formiat 3% 24 jan, kemudian diperas.

    b) Air perasan ditampung dan lapisan minyak yang mengapung di lapisan atas disingkirkan.

    c) Cairan yang bebas minyak dicampur dengan ampas dan ditambah asam propionat 1%, untuk mencegah tumbuhnya bakteri / cendawan dan menambah daya awet ± 3 bulan dengan pH ± 4,5.

    d) Bahan diperam selama 4 hari dan diaduk 3- 4 kali sehari.

    e) Bahan cair yang bersifat asam dapat dicampur dengan dedak, ketela pohon/tepung jagung dengan perbandingan 1:1, dikeringkan dan digunakan untuk campuran dalam ramuan makanan.

    Kandungan gizinya: Protein=18-20%, Lemak=1-2%, Abu=4-6%, Air=70- 75%, Kapur=1-3%, Fosfor=0,3-0,9%.

    9. Arang Bulu Ayam dan Tepung Tulang

    Bahan: arang bulu ayam, tulang ternak.

    Cara pembuatan: Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam dengan suhu 100 ° C, kemudian dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan sepanjang 1-3 cm. Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar. Pemisahan selatin dengan jalan pemanasan 3 tahap, yaitu pada suhu 60 ° C selama 4 jam, suhu 70 ° C selama 4 jam, dan 100 ° C selama 5 jam. Pemrosesan selatin. Tulang dikeringkan pada suhu 100 ° C, sampai kadar airnya tinggal 5% dan digiling hingga menjadi tepung. Pengemasan dan penyimpanan.

    Kandungan gizinya: Protein=25,54%, Lemak=3,80%, Abu=61,60%, Serat=1,80%, Air=5,52%.

    10. Tepung Bekicot

    Bahan: daging bekicot mentah dan daging bekicot rebus.

    Cara pembuatan: Daging bekicot dikeringkan lalu digiling. Untuk campuran makanan sebesar 5-15%.

    Kandungan gizi: Protein=54,29%, Lemak=4,18%, Karbohidrat=30,45%, Abu=4,07%, Kapur=8,3%, Fosfor=20,3%, Air=7,01.

    11. Tepung Cacing Tanah

    Dapat menggantikan tepung ikan, dapat diternak secara masal. Jumlah penggunaan dalam ramuan 10-25%. Cara pembuatan: Cacing dikeringkan lalu digiling. Kandungan proteinnya 72% dan mudah diserap dinding usus.

    12. Tepung Artemia

    Dapat menggantikan tepung ikan/kepala udang.

    Kandungan protein (asam amino essensial) untuk burayak 42% dan dewasa 60%, sedangkan asam lemak tak jenuh untuk burayak 20% dan dewasa 10%. Daya cernanya tinggi.

    13. Telur Ayam dan Itik

    Bahan: telur mentah atau telur rbus. Penggunaan: Telur mentah langsung dikopyok dan dicampur dengan bahan lain. Telur rebus, diambil kuningnya, dihaluskan dan dilarutkan sampai membentuk emulsi atau suspensi. Kandungan gizinya: Protein=12,8%, Lemak=11,5%, Karbohidrat=0,7%, Air=74%.

    14. Susu

    Bahan: tepung susu tak berlemak (skim). Kandungan gizi: Protein=35,6% Lemak=1,0% Karbohidrat=52,0%, Air=3,5%

    B. Bahan Nabati

    1. Dedak
    Bahan dedak padi ada 2, yaitu dedak halus (katul) dan dedak kasar. Dedak yang paling baik adalah dedak halus yang didapat dari proses penyosohan beras, dengan kandungan gizi: Protein=11,35%, Lemak=12,15%, Karbohidrat=28,62%, Abu=10,5%, Serat kasar=24,46%, Air=10,15%, Nilai ubah= 8.

    2. Dedak Gandum
    Bahan: hasil samping perusahaan tepung terigu. Tepung yang paling baik untuk pakan ikan adalah “wheat pollard” dengan kandungan gizi: Protein=11,99%, Lemak=1,48%, Karbohidrat=64,75%, Abu=0,64%, Serat kasar=3,75%, Air=17,35%, Nilai ubah=2-3.

    3. Jagung
    Terdapat 2 jenis, yaitu: (1) Jagung kuning, mengandung protein dan energi tinggi, daya lekatnya rendah; (2) Jagung putih, mengandung protein dan enrgi rendah, daya lekatnya tinggi. Sukar dicerna ikan, sehingga jarang digunakan.

    4. Cantel/Sorgum
    Berwarna merah, putih, kecoklatan. Warna putih lebih banyak digunakan. Mempunyai zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan, sehingga harus ditambah metionin/penyosohan yang lebih baik. Kandungan gizi: Protein=13,0%, Lemak=2,05%, Karbohidrat=47,85%, Abu=12,6%, Serat kasar= 13,5%, Air=10,64%, Nilai ubah2-5.

    5. Tepung Terigu
    Berasal dari biji gandum, berfungsi sebagai bahan perekat dengan kandungan gizi: Protein=8,9%; Lemak=1,3%; Karbohidrat=77,3%; Abu=0,06%; Air=13,25%.

    6. Tepung Kedele
    Keuntungan: mengandung lisin asam amino essensial yang paling essensial dan aroma makanan lebih sedap, penggunaannya ± 10%. Kekurangan: mengandung zat yang dapat menghambat enzim tripsin, dapat dikendalikan dengan cara memasak. Kandungan gizi: Protein: 39,6%, Lemak=14,3%, Karbohidrat=29,5%, Abu=5,4%, Serat=2,8%, Air=8,4%, Nilai ubah=3-5.

    7. Tepung Ampas Tahu
    Kandungan gizinya: Protein=23,55%, Lemak=5,54%, Karbohidrat=26,92%, Abu=17,03%, Serat kasar=16,53%, Air=10,43%.

    8. Tepung Bungkil Kacang Tanah
    Bungkil kacang tanah adalah ampas pembuatan minyak kacang. Kelemahannya: dapat menyebabkan penyakit kurang vitamin, dengan gejala sirip tidak normal dan dapat dicegah dengan membatasi penggunaannya. Kandungan gizi: Protein=47,9%, Lemak=10,9%, Karbohidrat =25,0%, Abu=4,8%, Serat kasar=3,6%, Air=7,8%, Nilai ubah=2,7-4.

    9. Bungkil Kelapa
    Bungkil kelapa adalah ampas dari proses pembuatan minyak kelapa. Sebagai bahan ramuan dapat dipakai sampai 20%. Kandungan gizi: Protein=17,09%, Lemak=9,44%, Karbohidrat=23,77%, Abu=5,92%, Serat kasar=30,4%, Air=13,35%.

    10. Biji Kapuk/Randu
    Bahan: bungkil kapuk yang telah diambil minyaknya. Kelemahannya: Mengandung zat siklo-propenoid yang bersifat racun bius. Penggunaannya < 5%. Kandungan gizinya: Protein=27,4%, Lemak=5,6%, Karbohidrat=18,6%, Abu=7,3%, Serat kasa=25,3%, Air=6,1 %.

    11. Biji Kapas
    Bahan: bungkil dari pembuatan minyak. Kelemahannya: mengandung zat gosipol yang bersifat sebagai racun, yaitu merusak hati dan perdarahan/pembengkakan jaringan tubuh. Untuk penggunaannya harus dimasak dulu. Kandungan gizi: Protein=19,4%, Lemak=19,5%, Asam lemak linoleat=47,8%, Asam lemak palmitat=23,4%, Asam lemak oleat=22,9%.

    12. Tepung Daun Turi
    Kelemahannya: mengandung senyawa beracun : asam biru (HCN), lusein, dan alkoloid-alkoloid lainnya. Kandungan gizinya: Protein=27,54%, Lemak=4,73%, Karbohidrat=21,30%, Abu=20,45%, Serat kasar=14,01%, Air=11,97 %.

    13. Tepung Daun Lamtoro
    Kelemahannya: mengandung mimosin, dalam pemakaiannya < 5% saja. Kandungan gizinya: Protein=36,82%, Lemak=5,4%, Karbohidrat=16,08%, Abu=1,31%, Serat kasar=18,14%, Air=8,8%.

    14. Tepung Daun Ketela Pohon
    Kelemahannya: racun HCN/asam biru. Kandungan gizi: Protein=34,21%, Lemak=4,6%, Karbohidrat=14,69%, Air=0,12.

    15. Isi Perut Besar Hewan Memamah biak
    Bahan: dari rumah pemotongan ternak. Cara pembuatan: dikeringkan, digiling sampai menjadi tepung. Kandungan gizinya: Protein=8,39%, Lemak=5,54%, Karbohidrat=33,51%, Abu=17,32%, Serat kasar=20,34%, Air=14,9%, Nilai ubah=2.

    C. Bahan Tambahan

    1. Vitamin dan Mineral

    Cara memperoleh: dari toko penjual makanan ayam (poultry shop) yang sudah dikemas dalam bentuk premiks (premix).

    Premix tersebut mengandung vitamin, mineral, dan asam-asam amino tertentu.

    Contoh-contoh merek dagang:

    § Top mix: mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), 2 asam amino essensial (metionin dan lisin) dan 6 mineral (Mn, Fe, J, Zn, Co dan Cu), serta antioksidan (BHT)

    § Rhodiamix: mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), asam amino essensia metionin, dan 8 mineral (Mg, Fe, Mo, Ca, J, Zn, Co dan Cu), serta antioksidan.

    § Mineral B12: mengandung tepung tulang, CaCO3, FeSO4, MnSO4, KI, CuSO4, dan ZnCO3, serta vitamin B12 (sianokobalamin).

    § Merek lain: Aquamix, Rajamix U, Pfizer Premix A, Pfizer Premix B.

    Penggunaannya : Untuk ikan 1-2% dan untuk udang 10-15%.

    2. Garam Dapur (NaCl)

    Fungsi: sebagai bahan pelezat (gurih), mencegah terjadinya proses pencucian zat-zat lain yang terdapat dalam ramuan makanan ikan. Penggunaannya cukup 2%.

    3. Bahan Perekat

    Contoh bahan perekat: agar-agar, gelatin, tepung terigu, tepung sagu, dll. Yang paling baik adalah tepung kanji dan tapioka. Penggunaannya cukup 10%.

    4. Antioksidan

    Bahan: fenol, vitamin E, vitamin C, etoksikulin (1,2dihydro-6-etoksi-2,2,4 trimethyquinoline), BHT (butylated hydroxytoluena), dan BHA (butylated hydroxyanisole).

    Penggunaannya: etoksikulin 150 ppm, BHT dan BHA 200 ppm.

    5. Ragi dan Ampas Bir

    Ragi adalah sejenis cendawan yang dapat merubah karbohidrat menjadi alkohol dan CO2.

    Macam ragi: ragi tape, ragi roti, dan bir.

    Kandungan gizi: Protein=59,2%, Lemak=0, Karbohidrat=38,93%, Abu=4,95%, Serat kasar=0, Air=6,12%.

    Ampas bir merupakan limbah pengolahan bir.

    Kandungan gizinya: Protein=25,9%, Serat kasar=15%

    Penggunaannya: ampas bir basah 3-6% dan kering 10%.