Rabu, 21 Juli 2010

Rumput laut

Perbankan Dukung Usaha Rumput
JAKARTA - Perbankan nasional siap mendukung pengembangan industri rumput laut menyusul besarnya potensi komoditas kelautan itu menghasilkan keuntungan. Dukungan perbankan berupa kredit usaha mikro, kecil, dan menengah siap digelontorkan dengan syarat pembudidaya rumput laut segera membuka peluang usaha.

Analis Muda Senior Bank lndo-nesia (BI) Cabang Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Jacob Dos Amaral yang berbicara di hadapan pembudidaya rumput laut asal Waingapu, NTT belum lama ini menegaskan dukungan nyata perbankan bisa melalui Koperasi Unit Desa. Bank Indonesia melalui perbankan BUMN dan swasta nasional, kata Amaral, siap menggelontorkan kredit mikro ke kelompok budidaya yang tergabung dalam sentra mina-politan rumput laut

Sementara itu, di Manado, Sulawesi Utara, pekan lalu Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menegaskan BI memfasilitasi pengembangan rumput laut di provinsi itu dengan menggandeng pakar rumput laut Prancis untuk peningkatan riset dan pengembangan kualitas.

"Kunjungan ke pusat penelitian dan pengembangan rumput laut Center for Study and Promotion of Algae Perancis telah dilakukan, dan apa yang didapat di negara tersebut saat ini sedang dilakukan penelitian bagaimana kualitas dihasilkan terbaik," kata Halim dikutip Antara.

Maksud kerja sama Prancis tersebut, kata Alamsyah, agar rumput laut yang dibudidayakan petani berproduksi maksimal serta kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

"Selain Manado, beberapa daerah lain di Indonesia yang menjadi penghasil rumput laut tropis, menjadi fokus perhatian BI untuk dikembangkan lebih lanjut," kata Alamsyah.

Menurut Alamsyah, bantuan fasilitasi dan teknis terhadap pengembangan rumput laut merupakan wujud dukungan BI terhadap pengembangan sektor riil.

"Undang-Undang BI Nomor 23 tahun 1999 dan telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2009, maka BI tidak lagi memberikan fasilitas pembiayaan tetapi hanya "boleh memberikan fasilitasi dan bantuan teknis," kata Alamsyah.

Upaya yang telah dilakukan BI dalam hal ini, di antaranya membentuk kelompok-kelompok kerja (Pokja) sektor perikanan budidaya, untuk membahas berbagai kendala serta meningkatkan intermediasi bank.

Pelatihan UM KM

Selain itu, BI telah melaksanakan pelatihan Business Development Service Provider, yang tujuannya membantu menghubungkan kapabilitas sektor Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) dengan perbankan.

Dos Amaral menambahkan, Koperasi Unit Desa (KUD) bisa menjadi perantara atau specialpurpouse vehicle (SPV) pengkreditan mikro tersebut ke bank BUMN dan bank swasta nasional lainnya.

"Karena aktivitas bisnis rumput laut sudah berjalan, otomatis perbankan akan mudah membiayai. Kredit mikro bisa diajukan melalui koperasi. Pembiayaan bermaksud meningkatkan kapasitas produksi," Dos Amaral.

BI Cabang Kupang, lanjut Amaral, sudah memprioritaskan pengembangan rumput laut sejak tahun 2007. Dia mengakui, melalui gugus tugas (task force), pemda provinsi NTT sudah menandatangani kontrak dengan BI guna mendukung pengembangan industri rumput laut melalui pembiayaan usaha mikro.

Direktur Utama Bank Sulut Jeffry Wurangian mengakui, perhatian BI terhadap pengembangan rumput laut Sulut merupakan langkah positif mengingat rumput laut masuk program revitalisasi daerah ini. Qjr)




Sumber : Investor Daily 21 juli 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan komentar anda sebelum anda meninggalkan blog ini. ^_^